web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Ortu Resah, Sejumlah Anak di Bawah Umur Hilang
    net

    Ortu Resah, Sejumlah Anak di Bawah Umur Hilang

    JuaraNews, Tasikmalaya – Sebanyak enam perempuan di bawah umur dilaporkan hilang sejak hampir lebih dari tiga hari. Keenamnya merupakan warga Kecamatan Gager Ageung Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan informasi mereka adalah PPT (14), S (14),  ST (14) dan DT  (14) serta M yang masih duduk di Kelas  6 SD dan NS (16). Orang tua anak-anak tersebut sempat mencari diseputaran teman-taman sebayanya, lingkungan sekolah sampai ke sanak saudara.

    Namun tidak ada titik terang keberadaan anaknya itu hingga mereka melaporkannya ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya. Dengan didampingi KPAID para orang tua anak-anak tersebut melaporkannya ke Polres Tasikmalaya Kota.

    Namun saat rombongan KPID dan orang tua anak diperjalanan dari Ciawi ke Mako Polres Tasikmalaya Kota, dua anak ditemukan sedang berjalan sempoyongan, yakni PPT dan S. Keduanya sempat menolak diajak masuk ke mobil meski disebutkan ada orang tuanya di dalamnya.

    Setalah dibujuk rayu oleh bapaknya akhirnya keduanya mau dibawa. Akan tetapi mereka berdua mengaku sempat enggan pulang ke rumah, meski dengan alasan tidak jelas. Diungkapkan PPT dan S gadis yang sudah ditemukan itu, keduanya mengaku mengenal pertemanan di media sosial face book. Lalu mereka kerap berkumpul setelah saling mengenal. 

    Melakukan apa dan bergaul seperti apa setelah mereka berkumpul keduanya tidak mau mengungkapkannya. Mereka lebih banyak diam dan sesekali menangis saat di ruang SPK Polres Tasikmalaya Kota. Sementara menurut Acung (45) orang tua salah satu anak yang hilang, anaknya tidak pulang ke rumah sejak pergi pada hari Kamis (1/3/2018). Anaknya itu pamit untuk belajar kelompok di salah satu temannya.

    "Sempat pamit kepada orang tua untuk belajar kelompok di salah satu rumah temannya. Namun sampai saat ini belum juga pulang ke rumah," katanya.

    Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, pihaknya kedatangan para orang tua yang anaknya hilang. Anak-anak tersebut masih dibawah umur dan rata-rata masih duduk di bangku sekolah. "Kami masih belum mengindiskasi ke arah perdagangan anak. Namun fakta yang hari ini muncul anak-anak tidak mau pulang ke rumah,” ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jokowi Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    Wagub Jabar Pastikan Gelar RUPS BJB November
    Soal Bupati Bekasi, Uu Konsultasi dengan Mendagri
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google