web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Selamat Memilih

    Selamat Memilih

    PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat pada Rabu, 27 Juni 2018 ini. Di Jabar, sebanyak 31,7 juta warga yang sudah masuk daaftar pemilih tetap akan mennyalurkan suaranya di tempat-tempat pemungutan suara yang tersebar di 27 kabupaten/kota, yang mencapai 74.944 TPS.

    Pilkada serentak 2018 sendiri digelar di 171 daerah yang terdiri atas 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota dengan jumlah calon mencapai 569 pasangan. Sebanyak 440 paslon mendaftar dari jalur partai politik (parpol) dan 129 paslon dari jalur perseorangan atau independen. Ada 13 daerah yang hanya diikuti 1 pasangan calon atau calon tunggal.

    Di Jabar sendiri, Pilkada digelar di 10 kabupaten dan 6 kota, salah satunya di Ibu Kota Jabar, Kota Bandung, serta pilkada tingkat provinsi atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Pilkada serentak di Jabar ini diikuti 57 pasangan calon. Dari 57 pasangan tersebut, 7 di antaranya maju mencalonkan diri dari jalur perseorangan. Empat pasangan mengikuti Pilgub Jabar, 40 pasangan berlaga di 10 Pemilihan Bupati (Pilbup), dan sisanya 17 pasangan bertarung di 6 Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot).

    Pada Pilgub Jabar, 4 pasangan calon akan bersaing untuk memenangkan hati rakyat, yakni paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzahnul Ulum, nomor urut 2 Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Sementara pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung, 3 paslon akan memperebutkan kepercayaan dari 1.659.017 pemilih DPT. Ketiga paslon tersebut, yakni Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat, Yossi Irianto-Aries Supritna, dan Oded M Danial-Yana Mulyana.

    Masyarakat akan menentukan pilihannya, siapa yang layak memimpin daerahnya untuk 5 tahun ke depan. Lalu apa yang diharapkan warga dari pemimpin baru nanti? Banyak, tentunya.

    Yang pasti masyarakat menginginkan pemimpinnya yang amanah terhadap mandat yang diberikan rakyatnya. Pemimpin itu pun harus mampu menunaikan janji-janjinya untuk menyejahterakan rakyat melalui program-program kerjanya.

    Namun ada satu persoalan yang tengah menjadi sorotan masyarakat, yakni korupsi! Tindak kejahatan kerah putih inilah, memang yang mampu menyengsarakan rakyat. Masyarakat sepakat memerangi korupsi, salah satunya dengan memberikan dukungan penuh kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkapi dan memenjarakan para korupsi.

    Ironisnya, korupsi ini banyak dilakukan para pejabat negara, termasuk para kepala daerah setingkat bupati dan wali kota juga gubernur. Jumlah kepala daerah yang terjerat korupsi hingga akhirnya dibui pun cukup fantastik. Kementerian Dalam Negeri mencatat, dalam kurun waktu 2004 hingga 2017 atau selama 13 tahun ini, terjadi 313 kasus.korupsi yang menjerat kepala daerah. Sebanyak 78 kepala daerah di antaranya tersangkut korupsi dengan modus penyuapan. Dan mereka itu sebagian besar merupakan hasil dari pilkada langsung.

    Data terbaru pada 2018 ini, KPK menangkap tangan sejumlah kepala daerah yang kembali mencalonkan diri pada Pilkada serentak 2018. Salah satunya Bupati Subang Imas Aryumningsih. Imas ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK pada Selasa (13/2/2018) hingga Rabu (14/2/2018) dini hari. Imas ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari pengusaha bernama Miftahhudin untuk mendapatkan izin prinsip membuat pabrik. Diduga, Bupati dan 2 tersangka lainnya telah menerima suap senilai Rp1,4 miliar. Imas sendiri mencalonkan diri lagi sebagai Bupati Subang bersama Sutarno pada Pilbup Subang 2018. Pasangan calon ini diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar.

    Di lain pihak, korupsi sendiri menjadi isu menarik nan seksi yang dijadikan jualan para pasangan calon. Mereka sama-sama sepakat memproklamirkan diri antikorupsi, dan bertekad memerangi tindak korupsi jika nanti terpilih. Janji-janji manis ini dilontarkan untuk menarik simpati calon pemilih agar pada waktunya nanti di TPS, memilih mereka.

    Satu yang pasti, jabatan -dari mulai ketua RT hingga presiden- hakikatnya adalah amanah, sebuah kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat atau negara. Kita membutuhkan seorang pemimpin yang amanah, yang menjalankan kepercayaan rakyatnya dengan sebaik-baiknya. Bukan pemimpin yang hanya mencari jabatan atau kedudukan.

    Kita berharap Pilkada serentak 2018 ini benar-benar melahirkan pemimpin yang amanah, pemimpin yang tidak korupsi, pemimpin yang mampu menyejahterakan warganya. Kita berharap, para calon pemimpin tersebut menepati janjinya saat sudah duduk di singgasana. Tidak ada lagi uang rakyat yang menguap, ditilep pemimpinnya yang mengaku antikorupsi. Dan kita akan tagih janji kampenye mereka pada saatnya nanti, dan secara bersama-sama kita awasi agar tak ada lagi kepala daerah yang masuk bui gara-gara korupsi. Selamt memilih pemimpin yang amanah. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Damailah Suporter Sepak Bola Indonesia
    Selamat Bekerja Gubernur Jabar yang Baru
    Mari Kita Berkurban
    • Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Rabu Selengkapnya..

      • 22 Agustus 2018
    Dirgahayu Republik Indonesia
    Selamat Memilih
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 4 12
      2. Chelsea 4 12
      3. Watford 4 12
      4. Manchester City 4 10
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 PSM Makassar 31 54
      2 Persija Jakarta 30 50
      3 Bhayangkara FC 31 49