web stats service from statcounter

Hot News

  • Emil Jual Baju untuk Sumbang Gempa Lombok
    Emil Jual Baju untuk Sumbang Gempa Lombok
    • 19 Agustus 2018 | 11:48:00 WIB

    RIDWAN Kamil menghadiri pengibaran bendera Asian Games 2018 dalam Craft and Fashion Festival di Jalan Ir Sukarno, Kota Bandung, Sabtu (18/8/2018).

Inspirasi

    Anggaran Pendidikan Jabar Naik jadi Rp1,9 Triliun
    net ilustrasi

    Anggaran Pendidikan Jabar Naik jadi Rp1,9 Triliun

    JuaraNews, Bogor - Anggaran pendidikan di Jabar mengalami kenaikan anggaran pada 2018 ini. Jika pada 2017 lalu anggaran pendidikan sebesar Rp1,7 triliun, pada tahun 2018 ini naik menjadi Rp1,9 triliun.

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, nantinya dana tersebut akan digunakan untuk dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), tunjungan guru, serta kenaikan honor para guru honorer.

    "Saya sebut tambahan pada anggaran tahun ini yaitu sejumlah Rp 1,9 triliun," ujar Aher di sela-sela tinjauannya di SMAN 1 Kota Bogor, Jumat (2/3/2018).

    "Perlu diketahui sejak 1 Januari 2017, SMA/SMK dikelola Provinsi. Karena itu, sudah tugas saya sebagai Gubernur untuk meninjau dan memperhatikan pendidikan di Jawa Barat agar lebih maju," tambahnya.

    Dengan dipegang oleh Provinsi, kata Aher, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas siswa dan kualitas pengajar. "Serta fasilitas akan terus kita tingkatkan, agar pendidikan di Jawa Barat ini semakin maju," tandas Aher.

    Selain itu, Aher pun ingin tingkat pendidikan yang dikelola Pemerintah Kabupaten/Kota seperti SD, SMP, serta Kemenag yang mengembangkan Ibtidaiyah, Tsanawiah, dan Aliyah di Jabar, juga mengedepankan kemajuan.

    Adapun jumlah SMA/SMK negeri di Jabar saat ini mencapai 800 sekolah, sedangkan SMA/SMK swasta sebanyak sekitar 3.000 sekolah.

    Sekolah Rumah Kedua
    Aher berharap hadirnya sekolah yang ramah anak. Sehingga sekolah, bisa menjadi rumah kedua bagi para pelajar.

    "Kita punya jargon, 'Sekolah adalah Rumah Kedua'. Saat siswa berada di rumah nyaman, begitu pun di sekolah. Di rumah ada orang tua yang sayang, begitu pun guru dan kepala sekolah seperti itu," kata Aher.

    Karena itu, Aher meminta para guru untuk mengajar dengar ramah. Karena menurutnya, sudah tak zaman lagi ada guru yang mengajar dengan cemberut atau marah-marah. Ke depan, menurutnya, perlu dibangun sebuah sekolah dengan suasana yang penuh cinta dan kasih, sebagai rumah besar yang dihuni guru dan murid.

    "Keluh-kesah para pelajar, tidak harus terfokus pada guru Bimbingan Konseling (BK). Tapi guru lain, termasuk kepala sekolah memiliki fungsi sebagai layaknya Guru BK. Anak-anak yang galau mau curhat harus difasilitasi. Jangan sampai mereka salah curhat dan malah terjerumus narkoba," pungkas Aher. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    RSHS Bandung, RS rujukan Atlet Asian Games 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Advertisement On Google