web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Terkait Gratifikasi, Bacabup Garut jadi Tersangka
    juaranews/abdul basir 3 tersangka suap Pilbup Garut saat ekspose Polda

    Terkait Gratifikasi, Bacabup Garut jadi Tersangka

    JuaraNews, Bandung - Penyidik Polda Jabar menetapkan bakal calon bupati (Cabup) Garut jalur independen Soni Sundani yang tidak diloloskan KPU Garut sebagai tersangka kasus gratifikasi dan suap pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Garut 2018.

    Soni menyandang status tersangka menyusul 3 tersangka sebelumnya, yakni Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri, komisioner KPU Garut Ade Sudrajat, serta Didin Wahyudin tim sukses pasangan calon Soni Sundari-Usep Nurdin. Ketiganya sudah ditahan di Ruang Tahanan Direskrimum Polda Jabar untuk kepentingan penyidikan.

    Penetapan status tersangka terhadap Soni dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam pada Rabu (28/2/2018), terhadap bakal cabup tersebut dan wakilnya, Usep Nurdin. Direktur Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan, penetapan Soni sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang ada.

    "Alat bukti terpenuhi, seperti hasil rekap rekening dari bank, pernyataan Soni yang menyebutkan telah mentransfer uang kepada Didin, serta adanya konfrontasi pernyataan baik dari Didin dan Soni," jelas Umar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (1/3/2018).

    Umar menyebutkan, surat perintah penahanan kepada Soni akan segera dikeluarkan. "Besok kita lakukan penahanan kepada yang bersangkutan," jelasnya.

    Untuk Usep, penyidik masih terus mendalami keterlibatan dalam kasus suap ini. "Untuk Usep belum (ditetapkan tersangka). Tapi kita akan terus korek keterangan dari Diding dan Soni terkait peran Usep. Karena kan tidak mungkin pasangan calon bupati tidak ada komunikasi sama sekali," ungkapnya.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, Soni mengaku menggelontorkan dana kepada Didin. Namun, kata Umar, pengakuan Soni, uang itu digunakan sebagai dana operasional dalam proses Pilbup Garut. Untuk transaksi rekening dari laporan bank, diakui ada aktivitas yang aneh.

    "Hasil dari bank, tidak hanya transfer yang Rp100 juta itu saja. Ada beberapa transfer lainnya senilai Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta ini ke sejumlah orang, baik panwaslu maupun komisioner KPU," jelasnya.

    Umar menambahkan, kini penyidik berhasil menambah alat bukti yang difungsikan sebagai alat untuk mengungkap siapa saja yang terkait kasus suap Pilkada Garut itu. Tambahan alat bukti itu, yakni keterangan dari Didin dan Soni, juga dari bank.

    "Pengakuan dari pihak bank akan kami bunyikan dari petugas bank yang menyatakan bahwa transaksi tersebut valid dan benar sesuai dengan apa yang tertulis di rekening orangnya," tandasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    Wagub Jabar Pastikan Gelar RUPS BJB November
    Soal Bupati Bekasi, Uu Konsultasi dengan Mendagri
    Jabar Butuh 1.500 Penerbangan untuk Layani Umrah
    Emil Ingin Jabar Jadi Provinsi Kopi Terbaik Dunia
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google