web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Beras Minim, Satgas Pangan Dinilai Belum Optimal
    net

    Beras Minim, Satgas Pangan Dinilai Belum Optimal

    • Rabu, 28 Februari 2018 | 22:07:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Indramayu - Fungsi Satgas Pangan juga belum optimal karena harga beras di pasar konsumen masih tinggi. Ini dikarenakan cadangan beras nasional hingga kini dinilai belum aman.

    Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi setelah melakukan kunjungan ke pasar tradisional dan Gudang Bulog bersama dengan Menteri Perdagangan, Selasa (27/2/2018). 

    Berdasarkan pantauan di lapangan, Gudang Bulog Singakerta Indramayu nyaris dalam keadaan kosong. Dalam gudang tersebut, hanya ada 9.000 ton beras dari kapasitas penyimpanan 21.000 ton. 

    Kosongnya gudang Bulog di Indramayu menyebabkan operasi pasar tidak bisa dilaksanakan. ‎"Ini jelas ironis, gudang Bulog sampai kosong. Padahal Indramayu adalah lumbung padi Provinsi Jabar bahkan nasional," ujar Tulus.

    Dia mengatakan, Bulog juga telah melakukan impor sebanyak 261.000 ton beras dari total rencana impor 500.000 ton. Menteri Perdagangan menyatakan bahwa beras tersebut hanya akan dijadikan buffer stock dan operasi pasar. 

    "Ini menunjukkan bahwa pasolan beras nasional memang tidak cukup aman karena tidak cukup untuk cadangan sebesar 1,2 juta ton. Menteri Perdagangan juga menjamin Bulog akan menyerap beras petani jika masa panen sudah tiba," ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    SBY: Pemerintah, BIN, TNI, dan Polri Harus Netral
    SBY: Deddy-Dedi yang Terbaik & Mampu Pimpin Jabar
    Bawaslu Siap 'Melek' 24 Jam Awasi Pilkada di Jabar
    Kawal Pilkada di Jabar, Bawaslu Diminta Netral
    40 Persen Massa PPP Siap Dukung Deddy-Dedi
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google