web stats service from statcounter

Gedung Sate

    Hot News

    Inspirasi

    • Fokus Seorang Pemimpin
      Fokus Seorang Pemimpin

      MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

      KPU Minta Penyelenggara Pilbup Garut Tetap Solid
      net Ketua KPU Arief Budiman

      KPU Minta Penyelenggara Pilbup Garut Tetap Solid

      • Rabu, 28 Februari 2018 | 07:45:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Ketua KPU pusat Arief Budiman berpesan agar penyelenggara Pemilihan Bupati (Pilbup) Garut tetap solid serta tidak terpengaruh oleh kasus suap yang menjerat Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri dan komisioner KPU Garut Ade Sudrajat.

      Kedua penyelenggara pemilu ini sebelumnya diciduk tim gabungan Satgas Anti Money Politics Mabes Polri bersama Satgasda Polda Jabar dan Polres Garut pada Sabtu (24/2/2018) lalu. Keduanya kedapatan menerima gratifikasi atau suap dari Diding, tim sukses pasangan calon independen Soni Sundari-Udin Nurdin. Ketiganya kini sudah ditahan di Mapolda Jabar.

      "Saya minta mereka solid karena syarat minimal forum dalam rapat 4 orang. Di antara 4 orang ini, 1 yang tidak solid menyebabkan tahapan bisa terganggu. Tapi sepanjang ketua dan 3 anggota ini solid, maka tahapan bisa berjalan normal," ujar Arief seusai menggelar pertemuan menggelar komisioner KPU Jabar dan KPU Garut di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut Kota Bandung, Selasa (27/2/2018).

      Menurut Arief, berdasarkan informasi yang diperoleh dari KPU Garut, kasus suap tersebut tidak memengaruhi seluruh proses tahapan Pilbup Garut 2018. Namun tugas dari 4 komisioner KPU Garut yang tersisa, kini bertambah.

      Karena itu, Arief memerintahkan KPU Garut segera mengatur ulang distribusi pekerjaan. Apalagi yang terjerat kasus suap, yakni Ade yang merupakan komisioner bidang Logistik dan Keuangan.

      "Secara internal saya sudah minta kepada ketua KPU Garut untuk segera mengatur ulang pembagian tugasnya. Karena berkurangnya 1 komisioner maka ada pekerjaan-pekerjaan yang semula menjadi tanggung jawabnya tersangka, sekarang harus didistribusikan kepada 4 orang," paparnya.

      Arief mengaku sengaja menggelar pertemuan dengan KPU Jabar dan KPU Garut untuk mengetahui secara mendalam soal kasus dugaan suap yang melibatkan komisioner KPU tersebut.

      "Saya ingin lebih mendalami, ingin mendapatkan informasi detail, bukan hanya dari KPU Provinsi, tapi saya ingin mendengar langsung dari sumber utama KPU Garut," ujar Arief.

      Arief sengaja datang ke Bandung untuk memastikan kondisi yang terjadi KPUD Garut saat ini. Menurutnya, tahapan Pilbup Garut tidak boleh terganggu meski salah satu komisionernya terjerat kasus dugaan suap.

      "Saya ingin tahu situasi detail termasuk kondisi sekretariat KPU Garut, apakah mereka masih semangat, konsisten, solid, kerja sama tim masih bagus," tandas Arief. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Panwas Pantau Politik Uang saat Puasa dan Lebaran
      Pemilih Pemula di KBB Bisa Nyoblos Bermodal Suket
      Emil Janji Perhatikan Pelaku Industri di Soreang
      Relawan Cermat Gelar Konsolidasi Pemenangan Emas
      Debat Kedua Pilgub Jabar Berlangsung Aman
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Marhaban Ya Ramadan
        Marhaban Ya Ramadan

        DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018