web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Atasi Banjir,Pemkot Bangun Kolam Retensi Sirnaraga
    net ilustrasi

    Atasi Banjir,Pemkot Bangun Kolam Retensi Sirnaraga

    • Selasa, 27 Februari 2018 | 08:07:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemkot Bandung berencana membangun kolam retensi di kawasan Sirnaraga untuk mengurangi potensi banjir di hilir Sungai Citepus. Proyek ini akan dimulai April mendatang dan ditargetkan selesai dalam 6 bulan ke depan.

    Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Tedi Setiadi mengatakan, Kota Kembang masih memerlukan 15 kolam retensi untuk mengurangi risiko banjir. Kolam retensi Sirnaraga hanya satu dari sejumlah cara penanganan banjir hasil luapan Sungai Citepus. Pertimbangan DPU memprioritaskan Sirnaraga karena dampak banjir terparah berasal dari Sungai Citepus hilir.

    “Yang prioritas sekali itu kolam retensi Sirnaraga. Kolam retensi itu idealnya dibangun seluas 1.000 meter persegi. Tapi berapa pun ada lahan tanahnya, kita kerjakan demi mengurangi banjir di Kota Bandung,” kata Tedi, dikutip pikiran-rakyat.com, Senin (26/2/2018).

    Dari 1.000 meter persegi lahan Pemkot Bandung di Sirnaraga pun belum seutuhnya siap. Terdapat sejumlah pemakaman yang berada tepat di lokasi rencana kolam retensi. Sehingga hanya 500 meter persegi lahan yang bisa digunakan untuk kolam retensi.

    Meskipun hanya setengah dari luas ideal, kata Tedi, kolam itu setidaknya bisa menampung air hingga 1 juta liter. Dengan biaya Rp9.3 miliar, kolam akan dibangun dengan kedalaman 3 meter. Harapannya luapan air dari Kabupaten Bandung Barat bisa diparkir di kolam tersebut.

    Parkir air itu ditargetkan bisa mengurangi dampak di Sungai Citepus hilir yang selama ini mengakibatkan banjir di daerah Pagarsih dan Astanaanyar.

    “Target awalnya 1.000 meter persegi. Tapi dengan kondisi yang ada, mau tidak mau, kita laksanakan setengahnya pada April ini karena belum tersedia lahannya,” ucapnya.

    Kecamatan Astanaanyar sendiri menjadi wilayah yang terdampak banjir paling buruk saat hujan deras mengguyur Kota Bandung pada Kamis (22/2/2018) malam. Sekurangnya 200 kepala keluarga menjadi korban banjir.

    Diduga banjir yang dianggap paling buruk ini akibat derasnya debit air pascaproyek percepatan aliran air di saluran Sungai Citepus via cross drain Jalan Pasteur dan penambahan saluran lewat basement air Jalan Pagarsih, rampung belum lama ini.

    Tedi menerangkan, kolam retensi hanya satu bagian penanganan Sungai Citepus. Idealnya ada kolam retensi di wilayah Astanaanyar untuk menampung pertemuan aliran dari Sungai Citepus dan Sungai Cikakak.

    Selain membangun kolam retensi, DPU juga akan menormalisasi sungai yang telah lama mati. Normalisasi itu akan membuat sirip bagi air agar terbagi dan memecah volume air yang dialirkan ke hilir.

    “Di Bandung ada 46 anak sungai, yang rawan banjir itu ada 15 lokasi, seperti Cibaduyut perbatasan, Adipura Gedebage. Kolam retensi itu untuk menampung air dan dicegah masuk ke kota. Tata guna lahan sudah begitu sempitnya, air mau lair ke mana?” ujarnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Besok, Tujuh Kebohongan Rokok Bakal Diungkap
    Pemkot Bandung Salurkan Bantuan ke 31 Masjid
    Solihin: Pemkot Mampu Wujudkan Visi Kota Bandung
    Kota Bandung Berharap Dampak Positif dari BIJB
    Tangani Kemiskinan, Ini Langkah Pemkot Bandung
    Berita Terdahulu

    Info Kota

    Pilwalkot Bandung 2018

    Editorial

    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.