web stats service from statcounter

Gedung Sate

  • Emil-Uu Resmi Berkantor di Gedung Sate
    Emil-Uu Resmi Berkantor di Gedung Sate

    EMIL melakukan sertijab dengan Mochamad Iriawan yang sebelumnya sebagai Pj Gubernur di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (6/9/2018).

    Hot News

    Inspirasi

      Suap di Pilbup Garut Timbulkan Opini Negatif
      net Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat

      Suap di Pilbup Garut Timbulkan Opini Negatif

      • Selasa, 27 Februari 2018 | 05:23:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengaku terpukul dengan adanya kasus suap yang dilakukan tim sukses salah satu pasangan calon pada Pilbub Garut 2018.

      Yayat menilai, kasus suap yang melibat Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri dan komisioner KPU Garut Ade Sudrajat tersebut, bisa menimbulkan opini publik yang negatif terhadap proses demokrasi Pilkada serentak 2018 saat ini. Yayat khawatir kepercayaan masyarakat terhadap KPU sebagai penyelenggara pemilu menjadi turun.

      "Kaget dengan adanya peristiwa penangkapan oleh kepolisian kepada salah satu anggota KPU. Peristiwa ini saya kira sangat berat memukul perasaan di KPU Jabar. Oleh karenanya akan berharapan dengan opini publik," ungkap Yayat saat menggelar konferensi pers bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (26/2/2018).

      Sebelumnya, tim gabungan Satgas Anti Money Politics Bareskrim Polri bersama Satgasda Polda Jabar dan Polres Garut menangkap Heri dan Ade pada Sabtu (24/2/2018) siang. Keduanya ditangkap atas dugaan gratifikasi untuk meloloskan salah satu pasangan calon Bupati Garut. Penyuap keduanya yang merupakan tim sukses calon tersebut, yakni Diding huga ditangkap.

      Mendengar kejadian tersebut, Yayat mengaku langsung memanggil Ketua KPUD Garut Hilwan Fanaqi beserta komisionernya. Langkah itu dilakukan untuk melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut.

      Yayat mengungkapkan, dalam rapat tersebut memang diketahui ada salah satu tim sukses calon di Pilbup Garut yang menemui ketua KPU Garut dan anggotanya untuk memengaruhi keputusan agar meloloskan salah satu paslon.

      "Menurut pengakuan, tim kampanye ini datang ke salah satu ketua dan anggota. Menawarkan soal itu (gratifikasi), tapi 3 anggota itu menolak. Kemudian dibawa ke rapat pleno, dan ditolak juga," paparnya.

      Yayat melanjutkan, kendati terjadi suap kepada salah satu komisioner KPUD Garut namun keputusan KPU tetap tak meloloskan pasangan tersebut karena tidak memenuhi persyaratan.

      "Upaya memengaruhi itu tidak berhasil, karena dianggap tidak memenuhi syarat. Perjuangan tim sukses itu gagal. Terus saya tanya juga bagaimana anggota AS (Ade). Dijelaskan memang dijemput oleh Polda Jabar dan Polres Garut. Dan sudah terkonfirmasi," kata Yayat.

      Dengan adanya kejadian tersebut, Yayat langsung mengambil langkah kepada KPUD Garut untuk segera melakukan konsolidasi internal. Karena kejadian tersebut bisa menimbulkan efek negatif kepercayaan masyarakat kepada KPU.

      "Saya ambil langkah kepada KPU Garut. KPU Jabar memerintahkan konsolidasi. Karena peristiwa ini sangat memukul. Harus segera konsolidasi internal dari mulai jajaran KPU Garut sampai PPK dan PPS," ucapnya. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Ini Pemenang Pilkada Serentak 2018 di Jabar
      KPU Jabar Optismistis Tak Ada Gugatan ke MK
      Partisipasi Pemilih Meriah, KPU KBB Semringah
      Hengky Banjir Ucapan Selamat di Antaranya dari SBY
      Cabup KBB Nomor Urut Satu Elin, Tunggu Hasil KPU
      Berita Terdahulu

      Editorial

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018