web stats service from statcounter

Gedung Sate

    Hot News

    Inspirasi

      Kasus Suap tak Pengaruhi Tahapan Pilbup Garut
      juaranews/abdul basir Kapolda dan Ketua KPU Jabar saat konferensi pers

      Kasus Suap tak Pengaruhi Tahapan Pilbup Garut

      • Senin, 26 Februari 2018 | 17:33:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Kasus gratifikasi dan suap yang melibatkan oknum Ketua Panwaslu dan komisioner KPU Garut, serta seorang tim sukses pasangan calon, tidak akan memengaruhi proses dan tahapan Pemilihan Bupati (Pilbup) Garut.

      Baik Panwaslu maupun KPU, sama-sama sudah melakukan konsolidasi, agar tahapan pilkada berjalan sesuai agenda.

      Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengungkapkan, selain melakukan konsolidasi, pihaknya juga berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat.

      "Meski saya merasa terpukul, kaget, dan berhadapan dengan opini publik, saya berkomitmen menegakkan supremasi hukum. Saya juga berterima kasih kepada Kapolda yang telah menyelamatkan demokrasi lokal dari pembajak yang ingin meraup keuntungan dengan cara melanggar hukum," ungkap Yayat saat menggelar konferensi pers bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Senin (26/2/2018).

      Sebelumnya diberitakan, Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri dan komisioner KPU Garut Ade Sudrajat, ditangkap tim gabungan Satgas Anti Money Politic Mabes Polri bersama Satgasus Polda Jabar dan Polres Garut pada Sabtu (24/2/2018) lalu. Keduanya diduga menerima suap atau gratifikasi untuk meloloskan pasangan calon Pilbup Garut yang tak lulus verifikasi.

      Selanjutnya, penyidik Polda Jabar juga mengamankan seseorang yang diduga sebagai pemberi suap. Orang tersebut yakni Dd atau H Diding yang merupakan tim sukses pasangan calon independen Soni Sundari-Udin Nurdin. Ketiganya kini sudah ditahan di Mapolda Jabar.

      Yayat menegaskan kesiapannya membantu peyidik Polda Jabar dalam ngembangkan kasus ini. Yayat juga berjanji membawa persoalan ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) agar bisa melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap komisioner KPU yang terjerat masalah hukum ini.

      Pada kesempatan sama, Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto juga menjamin tahapan pilkada serentak di Kabupaten Garut tidak akan terganggu. Secara khusus, Harminur berkomitmen memberantas money politics.

      "Saya terpukul, anggota saya bisa dirayu. Tapi kami kooperatif terhadap proses selanjutnya," ujar Harminus.

      Jaminan kelancaran tahapan Pilbu Garut juga disampaikan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto. "Kami bersama-sama KPU dan Bawaslu Jabar akan mengawal kelancaran pilkada, tidak saja di Kabupaten Garut tetapi juga di seluruh Jawa Barat," tegas Agung. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Kabupaten Bekasi Kekurangan Ribuan Surat Suara
      Komisioner KPU Jabar: Debat Ketiga Lebih Sederhana
      Jumlah Pendukung Paslon Dibatasi Saat Debat Ketiga
      KPU Kota Bandung Distribusikan Logistik Pilkada
      Cuti Bersama Tak Ganggu Proses Persiapan Pilkada
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Selamat Hari Raya Idul Fitri
        Selamat Hari Raya Idul Fitri

        DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018