web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Polisi Amankan Pemberi Suap di Pilgub Garut
    net Empat paslon Pilbup Garut saat pengundian nomor

    Polisi Amankan Pemberi Suap di Pilgub Garut

    • Senin, 26 Februari 2018 | 06:54:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Menyusul ditangkapkan Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri dan komisioner KPU Garut Ade Sudrajat, penyidik Polda Jabar mengamankan seorang lagi yang diduga sebagai pemberi suap.

    Orang tersebut yakni Dd atau H Diding yang merupakan tim sukses pasangan calon independen Soni Sundari-Udin Nurdin yang tidak lolos verifikasi oleh KPU Garut.

    Direkrtur Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana membenarkan soal penangkapan tersebut. Dd sendiri diduga memberi suap untuk meloloskan salah satu calon pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Garut 2018. Dd pun kini ditahan bersama Heri dan Ade di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung.

    "Kami juga menahan seseorang berinisial Dd. Dia diduga sebagai pemberi suap," ujar Umar saat dihubungi wartawab, Minggu (25/2/2018).

    Sebelumnya, KPU telah menetapkan 4 pasangan calon‎ bupati dan wakil bupati pada Pilbup Garut 2018. Keempat paslon tersebut, yakni Rudy Gunawan-Helmi Budaman diusung Partai Gerindra PKS,dan Nasdem; Agus Hamdani-Pradana Aditya (PPP, PAN, dan Hanura);, Imam Alirahman-Dedi Hasan (Golkar dan PDIP), serta calon perseorangan Suryana-Wiwin Suwindaryati.

    Sedangkan 2 pasangan yang tidak lolos, yakni Agus Supridi-Imas Aan Ubudiyah dan Soni Sundari-Udin Nurdin yang berasal dari jalur independen. Kedua pasangan calon ini sempat menggugat keputusan KPU Garut soal itu.

    Berdasarkan informasi yang beredar, kasus dugaan gratifikasi atau suap ini bermula saat KPU Garut tidak menerima dan menetapkan calon independen dari pasangan Soni Sundari dan Udin Nurdin.

    Tim sukses mereka, Dd sebelumnya diduga memberikan sejumlah uang pada Ade dan Heri. asus gagalnya Soni-Usep sempat membuat gaduh. Polisi kemudian melakukan penyelidikan‎.

    "Setelah dilakukan penyelidikan, (Ade dan Heri) menjanjikan (Soni-Usep) lolos, tapi saat penetapan ternyata tak lolos," ujar Umar.

    Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan pada ketiganya. Namun, ketiganya belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengamankan sejumah barang bukti. Dari Heri, disita 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna putih bernomor polisi Z 1784 DY dan 3 unit ponsel. Sedangkan dari tangan Ade, yakni buku rekening, bukti transfer Rp10 juta dan 4 unit ponsel.

    Keduanya disangkakan melanggar Pasal 11 dan/atau 12 UU No 20/2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 3 dan 5 UU No 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    UF Kembali Dapat Dukungan Dapil 3 Jabar
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Mari Kita Berkurban
      Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Rabu (22/8/2018).

      Advertisement On Google