web stats service from statcounter

Hot News

  • Kalahkan Persija, Gomez Tetap Lakukan Evaluasi
    Kalahkan Persija, Gomez Tetap Lakukan Evaluasi
    • 24 September 2018 | 07:32:00 WIB

    MARIO Gomez akan melakukan evaluasi kendati timnya berhasil mengalahkan Persija 3-2 pada laga Pekan 23 Liga 1 2018 di Stadion GBLA, Minggu (23/9/2018) sore.

Inspirasi

    Bea Cukai Ungkap Produksi Miras Oplosan
    net ilustrasi

    Bea Cukai Ungkap Produksi Miras Oplosan

    • Selasa, 20 Februari 2018 | 10:42:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kanwil Ditjen Bea Cukai Jabar mengungkap praktik produksi minuman keras oplosan dan pemalsuan cukai di sebuah rumah di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/2/2018) lalu.

    Petugas melakukan penindakan terhadap barang kena cukai ilegal, berupa Minuman Mengandung Etik Alkohol (MMEA).

    Dalam pengungkapan tersebut, Bea Cukai berhasil mengamankan barang bukti 3.752 botol minuman mengandung etil alhokol golongan B berbagai merek. Selain itu, ada 2.085 keping pita cukai Minuman Mengandung Etik Alkohol (MMEA) yang diduga bekas pakai, dan satu unit mobil.

    Bea Cukai juga mengamankan alat produksi untuk membuat atau mengoplos miras beserta bahan baku pembuatan MMEA. "Dari pengungkapan itu diamankan seorang perempuan berinisial TR berusia 43 tahun," kata Kakanwil Ditjen Bea Cukai Jabar Syaefullah Nasutionsaat ekspose di Kanwil Ditjen Bea Cukai Jabar, Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Senin (19/2/2018).

    Syaefullah memaparkan, pelaku melakukan aksinya tidak sendiri, tapi dibantu 3 orang lainnya yang masih buron. Pelaku awalnya membeli botol miras kemudian dioplos. Bisnis Ilegalnya itu sudah berlangsung selama 4 bulan sejak Oktober 2017.

    Untuk modusnya, jelas Syaefullah, pelaku membeli miras produksi pabrik resmi, kemudian mengoplosnya dengan perbandingan 1 botol miras asli menjadi 3 botol oplosan. Pengoplosan tersebut dilakukan dengan menambahkan alhokol, metanol, karamel, pemanis buatan, gula putih, gula merah, jahe, pewarna makanan, dan bahan lainnya.

    "Hasil oplosan kemudian dikemas dalam botol dengan menggunakan etiket yang identik dengan merek sejenis hasil produksi pabrik resmi," jelasnya.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 50, 54, dan 55 UU No 39/2007 tentang Cukai, dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara. Selain itu, tersangka juga dikenakan denda 20 kali lipat dari utang Cukai yang timbul. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kejahatan Marak, Pemkot Bakal Tambah Jumlah CCTV
    Pasar Gedebage Terbakar Lagi, 600 Kios Ludes
    Kota Bandung Raih 2 Penghargaan KDI 2018
    Puskesmas PONED Bakal Dibangun di tiap Kecamatan
    Emil Jual Baju untuk Sumbang Gempa Lombok
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota