web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Bea Cukai Ungkap Produksi Miras Oplosan
    net ilustrasi

    Bea Cukai Ungkap Produksi Miras Oplosan

    • Selasa, 20 Februari 2018 | 10:42:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kanwil Ditjen Bea Cukai Jabar mengungkap praktik produksi minuman keras oplosan dan pemalsuan cukai di sebuah rumah di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/2/2018) lalu.

    Petugas melakukan penindakan terhadap barang kena cukai ilegal, berupa Minuman Mengandung Etik Alkohol (MMEA).

    Dalam pengungkapan tersebut, Bea Cukai berhasil mengamankan barang bukti 3.752 botol minuman mengandung etil alhokol golongan B berbagai merek. Selain itu, ada 2.085 keping pita cukai Minuman Mengandung Etik Alkohol (MMEA) yang diduga bekas pakai, dan satu unit mobil.

    Bea Cukai juga mengamankan alat produksi untuk membuat atau mengoplos miras beserta bahan baku pembuatan MMEA. "Dari pengungkapan itu diamankan seorang perempuan berinisial TR berusia 43 tahun," kata Kakanwil Ditjen Bea Cukai Jabar Syaefullah Nasutionsaat ekspose di Kanwil Ditjen Bea Cukai Jabar, Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Senin (19/2/2018).

    Syaefullah memaparkan, pelaku melakukan aksinya tidak sendiri, tapi dibantu 3 orang lainnya yang masih buron. Pelaku awalnya membeli botol miras kemudian dioplos. Bisnis Ilegalnya itu sudah berlangsung selama 4 bulan sejak Oktober 2017.

    Untuk modusnya, jelas Syaefullah, pelaku membeli miras produksi pabrik resmi, kemudian mengoplosnya dengan perbandingan 1 botol miras asli menjadi 3 botol oplosan. Pengoplosan tersebut dilakukan dengan menambahkan alhokol, metanol, karamel, pemanis buatan, gula putih, gula merah, jahe, pewarna makanan, dan bahan lainnya.

    "Hasil oplosan kemudian dikemas dalam botol dengan menggunakan etiket yang identik dengan merek sejenis hasil produksi pabrik resmi," jelasnya.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 50, 54, dan 55 UU No 39/2007 tentang Cukai, dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara. Selain itu, tersangka juga dikenakan denda 20 kali lipat dari utang Cukai yang timbul. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Buruh di Kota Bandung Harus Maknai Positif May Day
    Satpol PP-Satlinmas Kota Bandung Bagikan Sembako
    Kota Bandung Catat Rekor di MTQ, Ini Kata Solihin
    Kota Bandung Juara Umum MTQ Jabar 2018
    Kesbangpol Kota Bandung Fokus Bina Pemilih Pemula
    Berita Terdahulu

    Pilwalkot Bandung 2018

    Info Kota

    Editorial

    • Pilih Pemimpin yang Amanah
      Pilih Pemimpin yang Amanah

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang akan dihelat pada 27 Juni 2018, kini sudah memasuki tahapan kampanye.