web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Terkait Imas, Rumah Pengusaha Asal Subang Disegel
    net

    Terkait Imas, Rumah Pengusaha Asal Subang Disegel

    • Kamis, 15 Februari 2018 | 21:52:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Subang – Kediaman salah seorang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Darta di Babakan Peteuy, Kelurahan Cigadung Subang tampak disegel. Dia diduga menjadi perantara pengusaha asal Hambalang, Bogor yang tinggal di Kalijati, Subang.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, rumah berwarna kuning emas yang cukup mencolok di daerah itu sudah dipasangi tanda segel di bagian gerbang masuk. Menurut warga kalau rumah itu memang milik Darta dan dipasangi segel sejak semalam. 

    Darta disebut sudah tinggal di sana selama 2 tahun. Namun kesehariannya jarang bersosialisasi dengan tetangga. “Sudah 2 tahunan tinggal di sini, tetapi orangnya jarang bersosialisasi dengan tetangga mungkin sibuk. Setiap datang bersama isterinya langsung ke dalam,” warga sekitar bernama Dayat.

    Sepengetahuannya, pada Selasa malam  beberapa orang mendatangi rumah tersebut dengan menggunakan 4 mobil. Kendaraan yang ikut diamankan berupa Toyota Alpard yang telah dibranding Paslon Imas-Sutarno.

    Sementara itu Wakil Bupati terpilih untuk mengisi sisa jabatan 2013-2018, H. Ating Rusnatim mengaku kaget begiru mendengar adanya Bupati Subang terkena OTT KPK.  “Saya kaget dan prihatin," kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    RSHS Bandung, RS rujukan Atlet Asian Games 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Advertisement On Google