web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Bupati Subang Langsung ditahan KPK
    net Imas saat keluar dari Gedung KPK

    Bupati Subang Langsung ditahan KPK

    • Kamis, 15 Februari 2018 | 07:54:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Bupati Subang Imas Aryumningsih dipastikan tidak bisa mengikuti kampanye sebagai calon bupati pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Subang 2018.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Imas yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait pengurusan perizinan di Pemkab Subang.

    Imas bersama 3 tersangka lainnya ditangkap pada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di rumah dinasnya di Subang, Selasa (13/2/2018) malam. Imas akan ditahan selaam 20 hari ke depan sejak Kamis (15/2/2018) dini hari, setelah menjalani pemeriksaan hampir selama 24 jam di Gedung KPK, Kuningan Jakarta.

    "Tersangka Imas Aryumningsih ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis dini hari.

    Tiga tersangka lainnya yang juga ditahan KPK, yakni Miftahhudin (MTH) dan Data (D) dari unsur swasta, serta Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Subang Asep Santika (ASP). MTH dan ASP juga ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK, sedangkan D ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

    Sesuai menjalani pemeriksaan, Imas yang keluar dari Gedung KPK, sekitar pukul 01.30 WIB mengaku tidak menerima uang suap terkait perizinan itu.

    "Saya juga tidak tahu, lagi di rumah lalu KPK jemput saya langsung ke sini. Saya juga tidak ngerti karena saya tidak ada urusan dengan uang," kata Imas yang sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK tersebut.

    Dia pun mengaku tidak menerima uang suap dari MTH terkait pengurusan perizinan yang diajukan PT ASP dan PT PBM senilai total Rp1,4 miliar. "Tidak ada sama sekali, benar, sumpah Demi Allah, saya tidak terima uang apapun," ucap Imas.

    Imas menegaskan, pengurusan perizinan dilakukan melalui DPMPTSP. "Kalau izin memang itu investor mau masuk Subang harus izin. Izin ini ya urusannya dengan kantor DPMPTSP, saya silakan saja ngurus ke sana. Siapapun investor yang mau masuk Subang, saya persilakan dan izin bukan saya yang ngurus, ada bidangnya, ya ada dinasnya," papar Imas.

    KPK sendiri menduga Imas bersama-sama beberapa pihak menerima hadiah dari swasta atau pengusaha terkait pengurusan perizinan di lingkungan Pemkab Subang yang diajukan 2 perusahaan, yaitu PT ASP dan PT PBM senilai Rp1,4 miliar.

    "Pemberian suap dilakukan untuk mendapatkan izin membuat pabrik atau tempat usaha di Kabupaten Subang," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/2/2018) malam.

    Menurut dia, pemberian uang atau hadiah dari pengusaha tersebut melalui orang-orang dekat Bupati yang bertindak sebagai pengumpul dana. Diduga komitmen fee awal antara pemberi dengan perantara adalah Rp4,5 miliar, sedangkan dugaan komitmen fee antara Bupati ke perantara sebesar Rp1,5 miliar.

    Sebagai pihak yang diduga penerima sua, Imas, Data, dan Asep disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31/1999 yang diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan pemberi suap, Miftahhudin disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No 31/1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Imas sendiri maju sebagai calon Bupati Subang berpasangan dengan Sutarno pada Pilbup Subang 2018. Imas-Sutarno diusung Partai Golkar dan PKB. Terkait penangkapannya, Imas merasa diincar oleh lawan politiknya terkait Pilbup Subang.

    Dia merasa, berpontensi menang sehingga muncul kasus dugaan korupsi yang kini menjeratnya. "Karena mungkin dianggap saya akan menang, jadi banyak juga yang mencari-cari supaya saya itu (ditangkap KK)," tegas Ketua DPD II Partai Golkar Subang ini.

    Soal siapa yang mengincarnya, dia menjawab, "Ya pasti lawan, ya," ucapanya. Siapa lawan yang dia maksud, Imas enggan mengungkapkan. "Ya enggak lah, itu mah, (saya) enggak akan nunjuk (orangnya)," jawab Imas. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Puting Beliung Terjang Lima Desa di Kuningan
    500 Rumah di Indramayu Terendam Banjir Rob
    Nama BIJB Diusulkan Jadi Bandara Abdul Halim
    Adik Banting Kakak Hingga Tewas di Karawang
    Tanpa Sebab, Berandalan Bermotor Bacok Warga
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.

      Advertisement On Google