web stats service from statcounter

Gedung Sate

    Hot News

    Inspirasi

    • Fokus Seorang Pemimpin
      Fokus Seorang Pemimpin

      MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

      Bawaslu Jabar Ajak Masyarakat Awasi Pilkada
      juaranews/abdul basir

      Bawaslu Jabar Ajak Masyarakat Awasi Pilkada

      • Kamis, 15 Februari 2018 | 05:01:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar menggelar Deklarasi Tolak dan Lawan Poltilk Uang dan Poltik Suku Agama dan Ras selama Pilkada serentak 2018 di Jabar.

      Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto mengatakan, dengan adanya deklarasi tersebut pihaknya meyakini pelanggaran itu tidak terjadi di Jabar.

      "Tadi hadir stekolder, masyarakat, dan OPD daerah, semuanya mendukung dengan deklarasi tersebut," ujar Harminus sesuai deklarasi di Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Rabu, (14/2/2018)

      Deklarasi sendiri dihadiri sejumlah calon pada Pilgub Jabar 2018, seperti cagub Deddy Mizwar, Cawagub Uu Ruzhanul Ulum, serta pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Para stakeholder, termasuk sejumlah calon tersebut selanjutnya membubuhkan cat tangannya pada papan deklarasi.

      Harminus berpesan agar masyarakat membantu mengawasi segala tindakan yang mengganggu pelaksanaan Pilkada di Jabar.

      "Apabila terjadi sesuatu di lapangan, masyrakat jangan takut melaporkan ke Bawaslu ataupun ke pengawas di lapangan," tandas Harminus.

      Pihaknya juga sudah menyiasti bila pada hari pencoblosan terdapat serangan fajar atau politik uang di lapangan. "Nanti sebelum pencoblosan masuk hari tenang, masuk dalam pengawasan kita, tidak ada lagi kampanye, politik uang, serta memengaruhi pemilih dalam bentuk apapun," pungskasnya.

      Berikut ini 5 butir deklarasi tolak politik uang dan SARA pada Pilkada di Jabar
      1. Mengawal pemilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil walikota tahun 2018, dari poltik uang dan poltik SARA karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.
      2. Tidak menggunakan poltik uang dan SARA sebagai cara mempengaruhi pilihan pemilih karena mencederai integritas penyelengraan Pilkada.
      3. Mengajak pemilih untuk menentukan pilihan secara cerdas berdasarkan vIsi, misi, program kerja, bukan karena poltik uang dan SARA.
      4. Mendukung pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politk uang dan politisasi SARA yang dilakukan pengawas pemilu.
      5. Tidak akan melakukan intimidasi, ujara kebencian, kekersana, atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat menggangu proses penanganan pelanggaran politik uang dan SARA. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Cawagub dari PDIP Janji Berantas Pungli di Jalanan
      Paslon Hasanah Siap Perhatikan Santri Berprestasi
      Paslon Kado Banjir Dukungan dari Kiai Muda KBB
      KPU Purwakarta Terima 669.835 Surat Suara
      Panwas Pantau Politik Uang saat Puasa dan Lebaran
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Marhaban Ya Ramadan
        Marhaban Ya Ramadan

        DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018