web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Gubernur Jabar Lantik 7 Pjs Bupati dan Wali Kota
    juaranews/abdul basir Aher saat melantik para Pjs Bupati/Wali Kota

    Gubernur Jabar Lantik 7 Pjs Bupati dan Wali Kota

    • Kamis, 15 Februari 2018 | 04:46:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melantik 7 Penjabat Sementara (Pjs) Bupati dan Wali Kota di daerah yang tengah menggelar Pilkada serentak 2018, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (14/2/2018).

    Ketujuh Pjs tersebut akan bertugas selama masa kampanye karena kepala daerahnya mencalonkan diri pada Pilkada serentak 2018.

    Ketujuh Pjs tersebut, yakni Asisten Administrasi Setda Pemprov Jabar M Solihin menjadi Pjs Wali Kota Bandung, Kepala Kesbangpol Jabar Rudy Gandakusumah sebagai Pjs Wali Kota Bekasi, Kepala BKD Jabar Soemarwan Hadi Soemarto sebagai Pjs Bupati Sumedang, dan Kepala Biro Pelayanan Sosial Dasar Setda Pemprov Jabar Dady Iskandar sebagai Pjs Bupati Subang.

    Lalu Kepala BKPP Wilayah IV Jabar Deddy Mulyadi menjadi Pjs Bupati Ciamis, Asisten I bidang Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Setda Pemprov Jabar Koesmayadi Tatang Padmadinata sebagai Pjs Bupati Garut, dan Kadishub Jabar Dedi Taufik jadi Pjs Wali Kota Cirebon

    Para Pjs tersebut akan mulai bertugas dari tanggal 15 Februari. Enam Pjs akan berakhir masa tugasnya pada 23 Juni atau saat masa kampanye Pilkada berakhir, sedangkan 1 Pjs yakni untuk Wali Kota Bekasi berakhir pada 10 Maret 2018.

    "Acara pengukuhan ini amanat Kemendagri, untuk mengukuhkan Pjs bupati/walikota paling lambat 14 Februari. Ini dikarenakan ada 7 daerah yang kepala dan wakil kepala daerahnya mencalonkan di Pilkada Serentak. Yaitu, Bekasi, Bandung, Subang, Garut, Ciamis, Sumedang dan Cirebon. Sehingga sesuai ketentuan harus ditunjuk Pjs," kata Aher saat acara pelantikan.

    Penunjukan Pjs ini, kata Aher, agar tidak terjadi kekosongan jabatan selama kepala daerah yang ikut Pilkada Serentak 2018 melakukan kampanye. Dengan demikina, roda pemerintahan bisa tetap berjalan.

    "Ketika kabupaten dan kota yang bersangkutan tidak ada kepala daerah maka harus ada Pjs. Tapi kalau di daerah ada salah satu yang tidak mencalonkan maka tidak perlu ada Pjs. Ketika dua-duanya nyalon, maka kosong jadi harus ada Pjs yang di SK oleh kemendagri atas usulan Gubernur," papar Aher.

    Politisi PKS ini mengungkapkan, poses penunjukan Pjs ini telah ditempuh sesuai dengan ketentuan Pasal 5 Permendagri No 1/2018 yang diawali dengan mekanisme pengusulan untuk kemudian ditunjuk dan ditetapkan oleh Mendagri.

    "Alhamdulillah, tentang penunjukan pejabat sementara bupati wali kota telah kita serahkan (ke Mendagri) pada hari ini tepat sehari sebelum masa kampanye dimulai,"katanya

    Menurut Aher, tugas Pjs sama persis dengan tugas wali kota dan bupati definitif, kecuali untuk hal-hal tertentu harus mendapatkan izin dari Kemendagri

    "Misalnya perda, yang ditandatangani bupati wali kota, nah Pjs atau Pj diperkenankan menandatangani perda setelah ada izin tertulis dari Mendagri. Sama juga Pjs atau Pj punya kewenangan menetapkan mutasi atau rotasi pejabat eselon atas izin Mendagri," tandasnya.

    Aher berpesan, agar para Pjs ini bisa menjalankan tugas sebaik mungkin. Sesuai tugas dan tanggung jawab yang dibebankan. "Saya berpesan Pjs agar melaksanakan tugas dan wewenangan sebaik-baiknya," ucap Aher. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    SBY & AHY Bakal Kampanye untuk Demiz-Demul
    Emil Serap Aspirasi di Pasar Pamanukan Subang
    KPU Siapkan 1.600 Kursi untuk Debat Pasangan Calon
    Demokrat Targetkan 12 Kursi DPRD Kota Bandung
    Dirazia Pengemis Memiliki Uang Rp43 Juta dan Emas
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      Advertisement On Google