web stats service from statcounter

Gedung Sate

    Hot News

    Inspirasi

      Elektabilitas 44,8%, Rindu Diprediksi Menang Telak
      juaranews/abdul basir Indobarometer merilis hasil survei Pilgub Jabar

      pilgub jabar 2018

      Elektabilitas 44,8%, Rindu Diprediksi Menang Telak

      • Rabu, 14 Februari 2018 | 15:24:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum diprediksi bisa memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, dengan raihan suara telak dibanding 3 paslon lainnya.

      Hasil survei Indobarometer yang dilakukan pada 20-23 Januari 2018 di beberapa daerah di Jabar, menempatkan pasangan Rindu memiliki tingkat elektabilitas sebesar 44,8%. Prosentase ini jauh meninggalkan rival terdekatnya, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) 27,9%. Sedang 2 paslon lainnya, jauh tertinggal dari kedua pasangan tersebut, yakni Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) hanya 1% dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik)0,9%.

      Analisa Indobarometer Asep Saepudin mengatakan, dari hasil survei tersebut masih ada responden yang belum menentukan pilihan yang mencapai 25,4%. Survei dengan meteode multistage random sampling ini dilakukan terhadap 800 responden dengan margin of error ± 3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%.

      “Dengan ekektabilitas yang mencapai 44,8% maka pasangan Rindu ini akan menang dalam Pilgub Jabar jika kondisinya normal dan tidak ada perubahan yang signifikan,” kata Asep seusai merilis hasil survei di Hotel Bidakara Savoy Homan, Jalan Asia-Afrika Kota Bandung, Selasa (13/1/2018) .

      Asep sendiri mengaku tidak heran pasangan Rindu bisa berada di urutan teratas di jajaran survei. Pasalnya dari beberapa survei yang dilakukan lembaga survei, pasangan Wali Kota Bandung dan Bupati Tasikmalaya ini selalu paling tinggi.

      “Di bawah pasangan Rindu ini ada pasangan 2DM yang terus naik, akan tetapi kenaikan pasangan itu fluktuatif, ada kalanya elektabilitas pasangan itu menurun,” ujarnya.

      Asep menambahkan, tertinggalnya pasangan Asyik dan Hasanah karena faktor popularitas yang masih rendah. Apalagi pasangan Hasanah dan Asyik baru diperkenalkan ke publik menjelang pendaftaran ke KPU Jabar pada 8 hingga 10 Januari 2018

      "Untuk pasangan Asyik dan Hasanah, karena masih baru maka masih kurang popularitasnya," terangnya.

      Berdasarkan tingkat kesukaan, sambung Asep, Cagub Emil pun berada paling atas karena disukai 89,3% responden, disusul Deddy Mizwar 79,9%, Dedi Mulyadi, 79,9%, dan Uu Ruzhanul Ulum 70,7%. Sedangkan tingkat kesukaan terendah adalah Anton Charliyan dengan 29,8%.

      Asep menyebutkan, dukungan partai politik kepada kandidat ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap raihan suara. Berdasarkan hasil survei, tak ada perbedaan elektabilitas yang signifikan saat partai politik pengusung disebut, dengan tidak disebut.

      Asep menilai, tidak adanya pengaruh parpol ini membuktikan rendahnya ketertarikan masyarakat terhadap partai politik. "Ini jadi tugas besar untuk partai, meningkatkan citra di masyarakat," tuturnya. (*)

      Oleh: abdul basir / den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Ini Pemenang Pilkada Serentak 2018 di Jabar
      KPU Jabar Optismistis Tak Ada Gugatan ke MK
      Partisipasi Pemilih Meriah, KPU KBB Semringah
      Hengky Banjir Ucapan Selamat di Antaranya dari SBY
      Cabup KBB Nomor Urut Satu Elin, Tunggu Hasil KPU
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Dirgahayu Republik Indonesia
        Dirgahayu Republik Indonesia

        PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018