web stats service from statcounter

Hot News

Editorial

  • Pilih Pemimpin yang Amanah
    Pilih Pemimpin yang Amanah

    PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang akan dihelat pada 27 Juni 2018, kini sudah memasuki tahapan kampanye.

    Inspirasi

    • Fokus Seorang Pemimpin
      Fokus Seorang Pemimpin

      MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

      Aher: Ditata, Tebing Keraton Tetap Lestari
      Ahmad Heryawan di Tebing Keraton

      Aher: Ditata, Tebing Keraton Tetap Lestari

      • Rabu, 14 Februari 2018 | 05:23:00 WIB
      • 0 Komentar

       

      JuaraNews, Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengunjungi salah satu objek wisata popular, Tebing Keraton yang terletak dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

      Dirinya ingin memastikan perubahan yang dilakukan oleh pengelola berdampak positif bagi kondisi iklim mikro sekitar tebing. Tebing Keraton merupakan salah satu titik yang dilintasi jalur  migrasi Burung Raptor dunia.

      Seperi dikatakan siaran pers Humas Pemprov Jabar, Selasa (1/2/2018), Heryawan menjelaskan sejak tahun 2014 Tebing Karaton telah menjadi salah satu objek wisata yang paling diminati di Bandung Raya.

      “Wisatawan yang datang tidak hanya dari nusantara bahkan dari mancanegara. Jaraknya juga cukup dekat dari pusat Kota Bandung, kurang lebih 14 Km atau 7 Km dari pintu Pos 1 TAHURA Ir. H. Djuanda,” kata Heryawan pada Tim Humas Jabar sambil menikmati pemandangan matahari terbit, Senin (13/02/2018).

      Untuk memudahkan akses wisatawan, menurut gubernur yang biasa dipanggil Aher ini, Balai Pengelolaan Tahura Ir. H. Djuanda pernah melakukan penataan Tebing Karaton dengan membangun berbagai fasilitas termasuk pemasangan paving blok  pada jalur tracking dan selasarnya pada 2014.

      Ternyata hal itu telah mengubah iklim mikro pada tebing yang terletak di ketinggian 1200 mdpl. Ini menyebabkan suhu di area tebing lebih meningkat dari sebelumnya.  Dampaknya, menjauhnya kabut dari sekitar selasar Tebing Karaton. Secara langsung maupun tidak langsung ternyata itu juga dapat mengganggu jalur migrasi Burung Raptor dunia. 

      “Padahal salah satu daya tarik Tebing Karaton ini adalah wisata matahari terbit atau matahari tenggelam yang sangat indah dan menawan dengan diselimuti kabut yang tebal,” kata Aher.

      “Selain itu, masalah kelembaban yang tinggi telah memberi pengaruh terhadap kondisi paving blok yang menjadi berlumut sehingga menjadi licin terutama jika musim penghujan tiba,” tambahnya.

      Pada bulan Mei 2017, Gubernur Aher telah meresmikan Tebing Karaton ini sebagai tempat wisata sekaligus sebagai Pusat Pemantauan Migrasi Burung Raptor  Dunia.

      “Oleh karena itu, dalam upaya mengembalikan kondisi iklim mikro di sekitar Tebing Karaton dan meningkatkan fungsinya sebagai pusat pemantauan migrasi burung raptor  dunia, perlu dilaksanakan penataan selasar Tebing Karaton dengan mengangkat paving yang telah terpasang dan kemudian menggantinya dengan material yang lebih ramah lingkungan serta dirancang sedemikian rupa sehingga secara umum tidak menempel langsung dengan tanah,” paparnya.

      Proses penatan Selasar Tebing Karaton ini dilaksanakan pada 2017 dengan didanai oleh APBD Provinsi Jawa Barat. Penataan selanjutnya, menurut Aher, akan didorong melalui mekanisme pendanaan mitra CSR  Tahun 2018 maupun melaui APBD Tahun 2019. “Mohon dukungannya dari warga Jawa Barat. Mari jaga keindahan Tebing Keraton dan jalur migrasi Burung Raptor,” pungkasnya. (*)

      ude

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Besok, Pemprov Jabar Pawai Parasamya Purnakarya
      Aher: Pemprov Jabar Komitmen Benahi BUMD
      Aher Minta Venue Asian Games Ditinjau Kembali
      Pemprov Klaim Daya Saing Peringkat 2 Nasional
      Muncul Cabang Dinas, 792 Pejabat Dilantik
      Berita Terdahulu

      PARLEMENTARIA

        Advertisement On Google