web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Polda Usulkan Bangun Save Area di Tanjakan Emen
    net Lokasi kecelakaan bus di Tanjakan Emen Subang

    Polda Usulkan Bangun Save Area di Tanjakan Emen

    • Senin, 12 Februari 2018 | 05:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Guna meminimalisasi kecelakaan di kawasan Tanjakan Emen Kabupaten Subang, Polda Jaba mengusulkan agar dibangun Save Area di jalur menurun.

    Dengan Save Area ini, kendaraan yang hilang kendali karena mengalami rem blong, bisa mengarahkannya ke arah save area, sehingga mobil bisa berhenti.

    Hal tersebut disampaikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman menanggapi terjadinya kembali kecelakaan maut di Tanjakan Emen yang menyebabkan 27 korban meninggal, Sabtu (10/2/2018) lalu.

    Menurut Supratman, tebing yang berada di sisi jalan di jalur menurun bisa dipangkas untuk dijadikan save area.

    "Tim gabungan sudah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan keputusan seperti apa. Kalau saya lihat sepintas kemarin, paling tidak, harus ada save area. Kayaknya butuh itu," ujar Supratman di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Minggu (11/2/2018).

    Konsep save area sendiri sudah diterapkan di Ruas Tol Cipularang, khususnya pada jalur menurun dari arah Bandung menuju Jakarta. Save area tersebut berupa jalan menanjak sepanjang beberapa puluh meter di sisi kiri jalan. Dengan tanjakan yang didisain cukup curam dan dengan dasar jalan bergelombang, diharapkan kendaraan yang melaju kencang bisa tertahan dan berhenti di save area.

    "Pas di lokasi kemarin di sebelah kirinya itu kan ada tebing, nanti dipangkas. Tapi itu baru omongan tadi (Sabtu) malam. Jadi nanti kalau kita pangkas, mobil bisa langsung ke save area," jelas mantan Kapolres Bandung ini.

    Namun, kata Supratman, pihaknya belum bisa memberikan keputusan karena masih harus menunggu kajian dari tim gabungan. Menurutnya, tiap jalan memiliki karakteristik tersendiri, termasuk Tanjakan Emen yang memiliki panjang hampir 3 km tersebut. Dengan demikian, dibutuhkan kewaspadaan dan kehati-hatian yang ekstra dari pengendara.

    "Intinya memang kultur jalan seperti itu, pengendara mobilnya harus hati hati. Yang jelas, mobil harus bagus, sopirnya harus profesional, jalannya mendukung. Ini satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ahmad Irfan Dicopot dari Jabatan Dirut BJB
    MQK Cara Jabar Tumbuhkan Minat Baca Kitab Kuning
    Akademi Citarum Tanam Dua Jenis Bambu Endemik
    Ridwan Kamil Launching Desa Digital
    Menag Minta Guru Besar Aktif Wujudkan Keberagaman

    Editorial

      Advertisement On Google