web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Polisi bakal Tetapkan Tersangka Kecelakaan di Emen
    net Para korban saat dievakuasi ke RSUD Subang

    Polisi bakal Tetapkan Tersangka Kecelakaan di Emen

    • Minggu, 11 Februari 2018 | 17:23:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kecelakaan maut di Tanjakan Emen Kabupaten Subang yang terjadi pada Sabtu (10/2/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Polres Subang yang juga di-back-up aparat Dirlantas Polda Jabar dan Korlantas Mabes Polri, sudah memeriksa 4 saksi mata peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan 27 penumpang bus parwisata Premium Passion yang semuanya merupakan warga Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciptutat Timur Kota Tangerang Selatan Bandung. Polisi juga mulai memeriksa 2 saksi kunci yang merupakan sopir dan kernet bus, yakni Amirudin (32) dan Dedi Kusnaedi (39).

    Petugas gabungan pun sudah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Namun polisi sendiri belum bisa memastikan soal penyebab kecelakaan yang tepatnya terjadi di Kampung Cicenang, Desa/Kecamatan Ciater. Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan tim gabungan. Namun dugaan sementara, kecelakaan disebabkan karena rem bus bernomor polisi F-7959-AA tersebut, mengalami blong karena kondisi remnya aus setelah melalui pejalanan jauh melewati tanjakan dan turunan.

    Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto menuturkan, polisi akan menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Polisi segera menetapkan tersangka atas kecelakaan ini. Polisi mengarah pada sopir bus yang membawa rombongan ibu-ibu dari Koperasi Simpan Pinjam Permata, Ciputat Tangerang.

    Namun sang sopir bernama Amiruddin (AM) yang merupakan warga Kampung Laladon RT 01/01 Desa Pagelaran Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor tersebut, masih dirawat intensif di RSUD Subang karena mengalami luka cukup parah. "Dalam proses penyidikan menjadi tersangka," ujar Hari di Bandung, Minggu (11/2).

    Dengan kondisi itu, polisi belum bisa memeriksa AM dan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Karena kondisi AM itu, maka kita perhatikan aspek kemanusiaan," ucap Hari.

    Soal penyebab kecelakaan tersebut, kata Hari, polisi belum bisa menyimpulkannya. Namun melihat kondisi jalan, menurutnya, sesungguhnya cukup lebar dan ada marka yang jelas. Polisi masih menelusuri penyebab kendaraan oleng saat berada di tikungan dan akhirnya menabrak tebing lalu terbalik.

    "Dalam laka lantas itu ada 4 penyebabnya. Pertama human error. Kedua faktor kendaraan. Ketiga faktor cuaca. Keempat bencana alam. Ini masih dalam penyidikan," tandasnya.

    Para korban sendiri, baik meninggal maupun luka-luka, saat ini sudah dibawa ke Tangerang Selatan. Sebanyak 27 jenazah, termasuk korban terakhir yang ternyata warga Tangerang Selatan, sudah dimakankan di TPU Legoso di Keluraan Pisangan Kecamatana Ciputat Timur. Sebanyak 19 jenazah dimakamkan secara massal, sedangkan sisanya dikebumikan sendiri-sendiri sesuai pemintaan pihak keluarga.

    Sementara itu, untuk korban luka-luka sudah dipindahkan dari RSUD Subang ke RSUD Tangerang Selatan. Sebanyak 16 korban luka, yang terjadi atas 8 luka berat dan 8 luka ringan mendapat perawatan intensif. Namun selain di RSUD Tangsel, beberapa korban juga dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Jakarta. Sedangkan 2 korban luka, yakni sopir dan kernet bus masih tetap dirawat di RSUD Subang untuk memudahkan penyelidikan polisi.

    Hasil gambar untuk kecelakaan maut di tanjakan emen subang 27 tewas

    Daftar korban yang diumumkan pihak RSUD Subang

    Sebelumnya diberitakan, kecelakaan bus di Tanjakan Emen terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Sebanyak 27 tewas di lokasi kejadian. Mereka sebagian besar adalah perempuan yang merupakan warga Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.

    Kecelakaan sendiri berawal saat 1 dari 3 bus rombongan wisata dari Koperasi Simpan Pinjam dari Ciputat Tangerang tersebut baru keluar dari tempat wisata Gunung Tangkubanparahu sekitar pukul 17.00 WIB dan berencana kembali ke Tangerang via Subang.

    Namun memasuki turunan Emen, bus yang membawa sekitar 50 penumpang tersebut mengalami rem blong hingga akhirnya bus yang meluncur dengan kecepatran tinggi, oleng lalu menabrak sepeda motor Honda Beat nopol T 4382 MH yang berada di depannya lalu menabrak rambu-rambu lalu lintas. Bus akhirnya berhenti setelah menambrak tebing dan terbalik tepat di lokasi kejadian tepatnya di Kampung Cicenang, Desa/Kecamatan Ciater.

    Berikut daftar korban kecelakaan
    Meninggal Dunia
    1. Minah Rahayu (46)
    2. Aminah (44)
    3. Nasiah bin Nur Badeng (56)
    4. Munih (57)
    5. Sri Rohayati (49)
    6. Mimin Mintarsih (44)
    7. Liliana (48)
    8. Atifah Siameti (10)
    9. Martiningsih (35)
    10. Yanuati (60)
    11. Julaeha (58)
    12. Sopiah (63)
    13. Sri Widodo (63)
    14. Sugiati (55)
    15. Oktikah
    16. Siti Muliyamah
    17.Hasanah (46)
    18. Juminten (60)
    19. Teti Sumiati (48)
    20. Sri Sulastri (60)
    21. Elida (64)
    22. Jono (56)
    23. Hj Paikem (64)
    24. Rusminah (50)
    25. Siti Payung Alam (39)
    26. Ari Lestari (42)
    27. Agus Waluyo (42)

    Luka Berat
    1. M Abdul Fatih (9), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    2. Supriyono (58), Kampung Ciputat RT 03/11 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    3. Darsinah (65), Jalan Legosoraya No 92 RT 07/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan
    4. Nasiah (57), Jalan Legosoraya No 92 RT 07/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan
    5. Samirah (52), Kampung Ligosok RT 08/01 Kelurahana Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan
    6. Satiah (56), Kampung Ligosok RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan
    7. Kanah (66), Kampung Ligosok RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan
    8. Elmira (3), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    Luka Ringan
    1. Amirudin (32), pengemudi bus, Kampung Laladon RT 01/01 Desa Pagelaran Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor
    2. Dedi Kusnaedi (39), kernet bus, Kampung Jasinga RT 01/04 Desa Cikopo Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.
    3. Sawiah (41), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    4. Junaenah (58), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    5. Dahlia (46), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    6. Euis Indrawati Gufron (51), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    7. Dewo (57), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    8. Saanih (51), Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    9. Naman (42)Kampung Ciputat RT 08/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
    10. Yeti Munjiwati (48), Jalan Legosoraya No 92 RT 07/01 Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan. (*)

     

    (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Iriawan: Maknai HUT RI dengan Aksi Nyata
    Indonesia Jadi Tujuan Melanjutkan Pendidikan
    PT KAI Siap Sukseskan Asian Games 2018
    Aher tak Bisa jadi Calon Wakil Gubernur DKI
    RSHS Bandung, RS rujukan Atlet Asian Games 2018
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Advertisement On Google