web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Pencemaran Citarum, Bukti Kegagalan Pemprov Jabar
    net

    Pencemaran Citarum, Bukti Kegagalan Pemprov Jabar

    • Sabtu, 10 Februari 2018 | 07:04:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung Barat - Pencemaran Sungai Citarum yang hingga kini masih tinggi disinyalir karena pola penanganan yang salah. Untuk itu diperlukan penanganan ekstra agar masalah klasik soal penanganan limbah baik industri atau rumah tangga ke Citarum bisa terselesaikan. 

    Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Jabar Thio Setiowekti mengatakan, ada tiga penyebab mengapa penanganan Citarum tak kunjung tuntas. Pertama pemerintah yang tidak tegas, regulasi tata kelola aturan yang tidak jelas, dan ego sektoral dari masing-masing wilayah yang dilintasi sungai terbesar di Jawa Barat tersebut. 

    "Sampai kapan pun kalau penanganannya seperti ini tidak akan tuntas. Buktinya target Pemprov Jabar yang menetapkan air Citarum layak minum di 2018 tidak terwujud," tuturnya, Jumat (9/2/2017).

    Dia meminta pemerintah pusat membentuk badan otoritas yang punya kewenangan penuh terhadap segala kebijakan terhadap Citarum. Kebijakan itu pun harus lintas wilayah, mengingat Citarum ini hulunya dikuasai oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Sungainya oleh BBWS, dan wilayahnya melintas beberapa kabupaten/kota.

    Berdasarkan amatannya, okupansi lahan di kawasan hutan di hulu Citarum saat ini sudah rusak akibat maraknya pembangunan. Belum lagi budaya masyarakat yang masih menjadikan Citarum sebagai kolam sampah alami. Khususnya limbah rumah tangga yang mencapai 60% dari total limbah yang dibuang ke Citarum selain limbah industri dan kotoran hewan. 

    Kondisi itu diperparah dengan kegagalan Pemprov Jabar dalam merealisasikan TPA Legoknangka di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, selama dua periode kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan. Sehingga upaya pengolahan sampah rumah tangga untuk meminimalisasi buangan sampah menjadi hanya wacana. 

    "Limbah rumah tangga yang dibuang ke Citarum lebih dari 1 juta kubik/tahunnya. Kondisi itu pasti akan semakin meledak manakala TPA Legoknangka belum jadi dan perpanjangan penggunaan TPA Sarimukti tahun 2019 selesai," sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bus Seruduk Mobil dan Motor, Satu Tewas di Cipatat
    Proyek Perbaikan Jalan di KBB Banyak yang Mangkrak
    Diperiksa, Rem Tujuh Bus Pariwisata Bermasalah
    Libur Panjang, Kawasan Lembang Ramai Lancar
    Dahsyat, Pajak KBB Tahun Lalu Surplus Rp73 Miliar
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018