web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Aher: Jabar Siaga Darurat Bencana
    Humas Jabar Ahmad Heryawan meninjau lokasi longsor di Bogor

    Aher: Jabar Siaga Darurat Bencana

    • Kamis, 8 Februari 2018 | 07:51:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bogor – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  merilis status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Jawa Barat. Status ini berlaku sampai 31 Mei 2018, termasuk untuk kawasan Kabupaten Bogor yang beberapa wilayahnya mengalami longsor pada Senin (5/2/2018).

    Aher menjelaskan, setidaknya 82 persen wilayah Jawa Barat dan 90 persen (khususnya di Kabupaten Bogor) termasuk wilayah rawan bencana. Karenanya, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terutama untuk tidak tinggal di dataran tinggi maupun wilayah tebing. Upaya penyebarluasan terhadap masyarakat akan terus dilaksanakan sebagai tindakan preventif. 

    "Jawa Barat itu wilayah bumi vulkanik muda. Subur tapi rawan bencana. Masyarakat bisa turut menjaga lingkungan dan menormalisasi kawasan hutan yang menjadi kunci utama dalam keseimbangan lingkungan," tuturnya dalam keterangan pers setelah berkunjung ke area longsor di Riung Gunung, Bogor, Selasa (6/2/2018), seperti disampaikan dalam siaran pers Humas Pemprov Jabar, Rabu (7/2/2018). 

    Dalam kesempatan sama, Bupati Nurhayanti mengatakan, yang perlu digaris bawahi bahwa benar adanya Kabupaten Bogor ini daerah rawan bencana. "Dari 40 kecamatan yang ada di kabupaten Bogor, 24 kecamatan adalah rawan bencana. Khususnya bencana longsor ketika curah hujan tinggi," katanya.

    Upaya Pemkab Bogor adalah selalu intensif mensosialisasikan menyangkut kesiapsiagaan yang sewaktu-waktu bencana alam mengancam. "Khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, selalu siaga ketika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini," katanya.

    Ia juga menjelaskan, paska bencana pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat dalam melakukan relokasi terhadap masyarakat yang tinggal di dataran tinggi rawan bencana. "Saya kira relokasi adalah upaya paska bencana yang sudah diprogramkan dan itu solusi terakhir dalam mengantisipasinya terjadinya bencana hingga menimbulkan korban jiwa," terangnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pindah Ke Nasdem, Darus Mundur dari DPR RI
    Pemprov Upayakan Perpanjangan Runway Wiriadinata
    Bendungan Leuwikeris Ditargetkan Rampung pada 2021
    KPU: Bacaleg tak Bisa Jadi Capres atau Cawapres
    Hanura Konflik, Darus Hengkang ke Partai Nasdem
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Advertisement On Google