web stats service from statcounter

Gedung Sate

    Hot News

    Inspirasi

      KPU:Pilgub Lebih Kompleks Dibanding Pilpres Korsel
      is Ketua

      KPU:Pilgub Lebih Kompleks Dibanding Pilpres Korsel

      JuaraNews, Bandung - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar yang akan digelar 27 Juni mendatang ternyata lebih kompleks dibanding Pemilihan Presiden (Pilpres) di Korea Selatan.

      Setidaknya hal itu terlihat dari jumlah TPS. Di Korsel, terdapat 4.000 TPS, sedangkan di Jabar yang akan menggelar pilgub terdapat 75 ribu TPS. Kompleksitas permasalahan tersebut antara lan karena wilayah yang relatif luas dan jumlah penduduk yang sangat banyak.

      Hal itu dikemukakan Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat pada acara peresmian dan pembekalan agen sosialisasi KPU Provinsi dan KPUD Kabupaten/Kota pada Pilgub Jabar 2018 di Hotel Trans Luxury, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Rabu (7/2/2018).

      Kegiatan ini dihadiri 1.309 peserta, terdiri atas 55 agen sosialisasi provinsi dan masing-masing 2 orang dari seluruh kecamatan di Jabar. Tampil sebagai narasumber Khoirun Naim, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat dan Diah Fatimah Zuraida, akademisi bidang komunikasi dari Unpad. Komisioner KPU Jabar, Nina Yuningsih berperan sebagai moderator.

      Yayat menegaskab, dalam perspektif politik, Pilgub Jabar bisa menjadi investasi politik untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pengalaman membuktikan, siapa yang menguasai Jabar , maka ia akan menjadi pemenang di tingkat nasional. Misalnya, parpol pemenang di Jabar pada 1999, 2004, 2009, dan 2014 otomatis menjadi partai pemenang tingkat nasional.

      "Wajar jika Provinsi Jawa Barat menjadi tempat kompetisi yang paling sengit. Wajar pula jika para pengamat menyebut Jawa Barat rawan konflik," tandas Yayat.

      Karena itu, kata Yayat, kalau penyelenggara pemilu tidak profesional, bukan tidak mungkin prediksi itu akan terjadi. "Itu pula sebabnya penyelenggara pemilu harus berusaha sekuat- kuatnya dan bekerja sekeras-kerasnya agar pilgub berjalan baik dan menghasilkan pemimpin yang memiliki kualifikasi mempimpin lima tahun de depan," ungkapnya.

      Namun, Yayat mengakui, KPU tidak bisa melaksanakan sendiri tugas itu, sehingga merekrut agen sosialisasi sebagai kepanjangan tangan KPU.

      "Sebelumnya kami telah melakukan serangan udara atau penyebarluasan informasi melalui media massa. Namun itu saja tidak cukup karena harus ada komunikasi atau penyebarluasan informasi tatap muka atau serangan darat, yang secara teknis dilakukan agen sosialisasi," paparnya.

      Yayat juga meyakini 75 persen warga sudah mengetahui Pilgub, yang tentunya harus ditindaklanjuti agen sosialisasi agar 77 persen partisipasi pemilih sesuai target KPU RI bisa direalisasikan. Tugas-tugas agen sosialisasi, menurutnya, antara lain memberi pemahaman kepada masyarakat terkait tahapan pilgub dan pemungutan suara. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      KPU Jabar Optismistis Tak Ada Gugatan ke MK
      Partisipasi Pemilih Meriah, KPU KBB Semringah
      Hengky Banjir Ucapan Selamat di Antaranya dari SBY
      Cabup KBB Nomor Urut Satu Elin, Tunggu Hasil KPU
      Raih Suara 48%, Akur Dipastikan Menang di KBB
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Selamat Memilih
        Selamat Memilih

        PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018