web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

    • Fokus Seorang Pemimpin
      Fokus Seorang Pemimpin

      MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

      Sosialisasi Pilgub,KPU Gandeng 30 Perguruan Tinggi
      istimewa/kpu jabar Yayat Hidayat (kanan) menandatangani MoU

      Sosialisasi Pilgub,KPU Gandeng 30 Perguruan Tinggi

      • Selasa, 6 Februari 2018 | 16:48:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Menjelang digelarnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Pilgub Jabar pada 27 Juni 2018 mendatang, KPU Jabar menjalin kerja sama dengan 30 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jabar.

      Kerja sama bertujuan meningkatkan partisipasi pemilih, bukan saja pada masa pendaftaran, tetapi juga saat penetapan gubernur terpilih. Secara khusus, tingkat partisipasi pemilih juga diharapkan bertambah.

      Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengungkapkan, beberapa waktu terakhir, tingkat partisipasi pemilih terus melorot. Pada pemilu-pemilu sebelumnya, partisipasi pemiliha bisa mencapai di atas 80 persen, tapi saat ini untuk mencapai angka 70 persen sangat sulit. Hal ini merupakan ironi jika dikaitkan semangat reformasi 98, yang mendorong partisisipasi masyarakat dalam demokrasi dan pemerintahan.

      Menurut Yayat, seharusnya partisipasi pemilih semakin meningkat, karena KPU Jabar menggulirkan sekitar 500 kegiatan sosialisasi. Salah satu kelompok sasarannya adalah mahasiswa.

      Yayat menilai, rendahnya partisipasi pemilih termasuk mahasiswa, selain faktor kesadaran juga mungkin informasi yang terbatas. "Mungkin juga sikap politik atau korban adminstrasi KPU," kata Yayat pada acara penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara KPU Jabar dengan 30 perguruan tinggi di Jabar di Aula Setia Permana Kantor KPU Jabar, Jalan Garut Kota Bandung, Selasa (6/2/2018).

      Untuk itu, KPU menggandeng lembaga kredibel untuk bekerjasama membantu sosialisasi di kampus-kampus. "Kami menyadari, kalau tidak dibantu lembaga lain, kami akan sulit menyebarluaskan informasi di kalangan mahasiswa," sebut Yayat.

      Sementara itu, Presiden Direktur Center for Election and Political Party (CEPP) Universitas Indonesia, selaku koordinator perguruan tinggi yang menjalin kerja sama, Chusnul Mar'iyah, PhD menyatakan konsep yang ditawarkan bersifat electainment atau election entertainment.

      "Di sini ada pemilih pemula, sehingga pendekatannya sesuai dengan karakter anak muda," kata Chusnul, seraya menambahkan pemilu di Jawa Barat sangat menarik karena sebagai yang terbesar di Indonesia.

      "Pantas kalau Uni Eropa menyebut the most complex election on the world," sambungnya.

      Dia juga minta KPU menjaga kerja sama yang baik dengan perguruan tinggi, termasuk sistem pelaporannya agar semuanya bisa berjalan lancar.

      "Rasanya terlalu murah kalau kerjasama ini dinilai dengan rupiah, karena target kami mencerdaskan pemilih dari kalangan mahasiswa, berpartisipasi, mengajak teman dan tetangga, serta tidak apatis terhadap pemilu. "Kami bekerja demi bangsa dan negara dengan niat ibadah," pungkasnya. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Maman Janji Perhatikan Guru Ngaji dan Marbot
      Musim Kampanye, Pilkada di Sumedang Tak Bergaung
      Kader 3 Parpol Membelot, Emil tak Ambil Pusing
      Dapat Dukungan Pesantren, Rindu Optimistis Menang
      KPJ Siapkan Jingle untuk Pasangan DD 4 Jabar
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Gong Xi Fa Chai
        Gong Xi Fa Chai

        JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018