web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Editorial

    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      DPRD Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa
      net Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari

      DPRD Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa

      • Selasa, 6 Februari 2018 | 08:07:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - DPRD Jabar mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa pada Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (5/2/2018).

      Dengan disahkannya Raperda tersebut sebagai Perda, membuat Jabar menjadi provinsi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaran Kesehatan Jiwa.

      "Alhamdulillah hari ini Raperda tentang Penyelenggaran Kesehatan Jiwa disahkan menjadi Perda. Dengan demikian kita menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki perda tentang kesehatan jiwa," kata Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari seusai Rapat Paripurna.

      Pada Rapat Paripurna ini, DPRD juga mensahkan 4 raperda lainnya menjadi perda.Ineu mengaku lega bisa menuntaskan raperda tersebut karena dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mensahkannya menjadi perda. Setelah mendalami banyak kajian dan pertimbangan.

      "Sekali lagi alhamdulillah, akhirnya disahkan juga raperda ini menjadi perda karena ini merupakan tunggakan dari periode sebelumnya," katanya.

      Ineu berharap adanya perda ini maka semua fasilitas dan tunjangan untuk masyarakat yang memiliki gangguan jiwa akan lebih baik.

      "Dan yang harus diperhatikan adalah saat ini salah satu isu yang penting untuk diperhatikan adalah terkait kesehatan jiwa masyarakat. Ini juga sebagai upaya preventif Jabar sebagai wilayah dengan penduduk yang banyak jangan sampai ada masalah kesehatan jiwa," paparnya.

      Ketua Pansus V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya mengatakan, setelah disahkan menjadi perda melalui rapat paripurna, maka Kemendagri akan melakukan evaluasi terhadap perda itu maksimal dalam 15 hari.

      Perda tersebut, kata Hadi, merupakan turunan dari UU No 18/2014 tentang Kesehatan Jiwa dan perlu dispesifikkan sesuai kondisi di provinsi. Abdul Hadi menuturkan saat ini ada sekitar 72 ribu warga Jabar yang dinyatakan sebagai orang dengan masalah kejiwaan (ODMJ).

      "Mereka ini di antaranya penderita kejiwaan yang menggelendang di jalan-jalan. Ini ternyata belum ada payung hukum penanganannya secara spesifik seperti apa," ujar Hadi. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      DPRD Jabar: UU MD3 Harus Ada Batasan
      DPRD Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa
      DPRD Sebut Jabar Darurat Pornografi
      Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Segera Diperdakan
      Gatot Setuju Tol Cisumdawu Jadi Alternatif Mudik
      Berita Terdahulu

      Gedung Sate

        Advertisement On Google