web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Warga Panik, Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas
    net

    Warga Panik, Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas

    • Senin, 5 Februari 2018 | 19:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sukabumi – Bencana pergerakan tanah di dua kampung di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus meluas. Bahkan ada sebanyak tiga unit rumah warga ambruk, delapan belas rusak berat dan nyaris ambruk, sedangkan lima puluh tiga unit lainnya, berketegori rusak ringan.

    Potensi pergerakan tanah itu dikhawatirkan semakin meluas seiring intensitas hujan semakin meningkat. Sebab retakan dan anjlokan tanah kini diperkirakan mencapai 1 hingga 2,5 meter menyebar dihampir seluruh pemukiman warga.

    “Rumah warga yang rusak kini semakin bertambah, kini telah belasan rumah warga rusak berat tidak bisa ditempati lagi. Bahkan satu unit rumah warga ambruk, dan dua nyaris ambruk,” kata Pembina Taruna Tanggulangan Bencana (Tagana) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, Senin (5/2/2018).

    Dia mengungkapkan, sebelumnya rumah warga yang terpapar bencana alam di Kampung Pasir jambu dan Pasir Gerong diperkirakan lebih dari tiga puluh tujuh unit. Tiga unit rusak berat, empat rusak sedang, sembilan belas unit rusak ringan dan terancam sembilan unit.

    Hampir seluruh bangunan, pondasi dan dinding rumah warga mengalami retakan. Bahkan ada tiga unit rumah warga kini tidak lagi dihuni, karena terancam ambruk dan selurh penghuninya mengungsi

    Mengantisipasi bencana melukai dan memakan korban jiwa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi telah mengeluarkan himbauan warga mengungsi. Mereka diperintahkan untuk menjauh dari titik lokasi pergerakan tanah. Terutama seluruh penghuni rumah warga yang mengalami kerusakan kategori berat.

    “Sebanyak 88 jiwa warga dari belasan kepala keluarga kini telah mengungsi. Mereka tidak hanya ditempatkan ditenda-tenda darurat, tapi telah mengungsi di sekolah dasar,” ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kapolda:13 Informasi Penyerangan Ulama hanya Hoaks
    Istri Emil Kunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon
    Petugas Medis Siaga Bantu Korban Banjir Pagarsih
    Pagarsih Kembali Kebanjiran, Pemkot Gerak Cepat
    Demul Ingin Bangun 4 Rumah Sakit setara RSHS
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      Advertisement On Google