web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    PT Pos Kembangkan  Coworking dan Coliving Space
    net

    PT Pos Kembangkan Coworking dan Coliving Space

    • Senin, 5 Februari 2018 | 06:11:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - PT Pos Properti Indonesia berencana mengembangkan kantor layanan pos menjadi ruang tempat tinggal serta bekerja atau Coworking and Coliving Space di wilayah Bandung.

    Dirut PT Pos Properti Indonesia Handriani Tjatur Setijowati mengungkapkan, saat ini anak perusahaan dari PT Pos Indonesia ini tengah menguji coba pengembangan coliving space di atas lahan milik Pos Indonesia seluas 500-600 m2 di area komersial yang dekat dengan kampus.

    "Coliving ini rencananya lebih besar dan tinggi bangunannya, seperti apartemen tetapi satu kamar bisa diisi beberapa orang, ada pantry, kamar mandi, ruang belajar bersama," kata Handriani di Jakarta, Sabtu (3/2/2018), dikutip Antara.

    Handriani menjelaskan, bisnis pengembangan aset Kantor Pos menjadi co-living serta ruang kolaborasi co-working space ini dilakukan untuk membidik generasi millenial. Coliving space bisa dimanfaatkan tidak hanya oleh mahasiswa, tapi juga oleh pekerja yang jauh dari lokasi tempat tinggalnya.

    Soal dana investasi yang dikeluarkan Pos Properti Indonesia untuk mengembangkan co-living dan coworking space diperkirkan mencapai Rp10 miliar-15 miliar.

    "Investasinya kecil tidak sampai Rp25 miliar untuk satu lokasi karena kami juga akan menawarkan kepada para investor dan developer yang membangun. Kami hanya investasi di tanah saja, lalu nanti skemanya bagi hasil," jelas Handriani.

    Meski dikembangkan menjadi ruang kolaborasi dan tempat tinggal bersama, kantor layanan pos tetap dipertahankan. Selain untuk memfasilitasi konsumen dalam mengirim barang dan melakukan pembayaran, juga sebagai ikon perusahaan.

    Pos Properti Indonesia sejak tahun lalu proaktif menawarkan ke sejumlah investor untuk pengembangan aset PT Pos Indonesia. Apalagi perseroan tersebut memiliki jaringan 4.700 Kantor Po di seluruh pelosok Tanah Air.

    Pos Properti mulai menyusun rencana pengembangan aset terutama di atas lahan 1.000 m2, baik dalam bentuk ruang kolaborasi, co-living space, maupun hotel.

    "Pertumbuhan kami memang didorong signifikan dari tahun lalu. Tahun ini tuntutannya 40 persen untuk pertumbuhan omzet. Utilisasi aset juga masih kecil terutama di kota-kota besar, baru sekitar 5 persen," ujar dia. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Mendag Siap Tindak Tegas Pengusaha SPBU Nakal
    Jelang Tahun Baru, Kemendag Pantau Harga Sembako
    Akhir Tahun, BIJB bakal Miliki 14 Rute Penerbangan
    Garuda Layani Rute Penerbangan Bandung-Singapura
    PT KAI Siapkan 62 Ribu Tempat Duduk per Hari

    Editorial