web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Disdik Jabar Kembali Buka Rekrutmen Guru PNS
    net Ilustrasi

    Disdik Jabar Kembali Buka Rekrutmen Guru PNS

    • Senin, 5 Februari 2018 | 05:30:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar kembali akan melakukan rekruitmen guru pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2018 ini.

    Disdik Jabar pun terus berupaya berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, baik guru PNS maupun non-PNS.

    “Tahun ini, rencananya akan dibuka rekrutmen CPNS guru, setelah sebelumnya dimoratorium,” ungkap Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi di sela-sela konferensi pers di Kantor Disdik Jabar, Jalan Rajiman Kota Bandung, Jumat (2/2/2017).

    Hadadi mengungkapkan, mulai tahun ini tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk guru PNS mengalami kenaikan dari Rp600.000 menaji Rp1,2 juta atau naik 50 persen. Selain itu, untuk guru non-PNS, pascaalih kelola SMA/SMK ke provinsi, Disdik memberi tunjangan Rp85.000 per jam per orang. Sebelumnya, honor yang diterima guru non-PNS di bawah Rp50.000. Untuk kepala sekolah, tunjangannya pun dinaikkan, sebelumnya Rp2 juta menjadi Rp4 juta.

    Menurutnya, dengan memperhatikan kesejahteraannya, guru diharapkan guru bisa lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan tugasnya. Sehinga guru lebih fokus pada pekerjaannya. Dengan begitu, kinerja guru akan lebih baik.

    “Kinerja guru lebih baik, tolak ukurnya adalah mereka berada di sekolah menjalankan tugas utamanya mengajar dan tugas tambahan lainnya,” jelasnya.

    Hadadi menambahkan, beberapa waktu lalu, Disdik Jabar mengeluarkan surat edaran tentang jam mengajar bagi guru. Sesuai dengan PP No 19/2017 tentang Perubahan atas PP No 74/2008 tentang Guru, pemenuhan beban kerja mengajar guru paling sedikit 24 jam tatap muka dan paling banyak 40 jam tatap muka dalam 1 minggu.

    Beban kerja tersebut merupakan bagian jam kerja sebagai PNS yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 jam dalam satu minggu.

    “Pak Gubernur mengimbau agar guru PNS sama dengan PNS lainnya, masuk kerjanya 37,5 jam per minggu. Jadi, efektifnya 7,5 jam per hari. Dengan begitu guru harus ada di sekolah. Banyak hal kok yang bisa dilakukan di sekolah,” pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ahmad Irfan Dicopot dari Jabatan Dirut BJB
    MQK Cara Jabar Tumbuhkan Minat Baca Kitab Kuning
    Akademi Citarum Tanam Dua Jenis Bambu Endemik
    Ridwan Kamil Launching Desa Digital
    Menag Minta Guru Besar Aktif Wujudkan Keberagaman

    Editorial

      Advertisement On Google