web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Cawagub Jabar Prihatin atas Penganiayaan Ulama
    juaranews/abdul basir Ahmad Syaikhu

    Cawagub Jabar Prihatin atas Penganiayaan Ulama

    • Minggu, 4 Februari 2018 | 07:34:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Bakal calon wakil gubernur (Cawagub) Jabar Ahmad Syaikhu prihatin dengan penganiayaan terhadap ulama yang terjadi akhir-akhir ini.

    Syaikhu menegaskan, tidak boleh ada masyarakat yang teranjaya di Jabar ini.

    "Ini menjadi sebuah keprihatinan bagi kita semuanya tentunya, bahwa siapapun sebetulnya nggak boleh ada yang teraniaya di Jabar," kata Syaikhu seusai menghadiri acara Sawala Pilgub Jabar di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka Kota Bandung, Sabtu (3/3/2018).

    Sebelumnya, terjadi 2 penganiayaan terhadap ulama, yang satu di antaranya mengakibatkan korban meninggal dunia. Peristiwa pertama dialami KH Emon Umar Basyri (60) pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah di Kampung Sentiong, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/2018) sekitar pukul 05.10 WIB.
    Akibatnya kyai yang biasa Ceng Emon Santion ini mengalami luka parah pada bagian wajahnya hingga harus dirawat di RS Al Islam Kota Bandung. Pelaku yang diidentifikasi bernama Asep (50) didiagnosa mengalami gangguan jiwa.

    Sedangkan kejadian kedua menimpa Ustaz HR Prawoto yang juga anggota Brigade PP Persib di sekitar rumahnya di Cigondewah, Blok Sawah, RT 01/03, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (1/2/2018) sekitar pukul 07.00 WIB. Ustaz Prawoto bahkan akhirnya meninggal dunia setelah kepala dihamtam beberapa kali menggunakan linggis oleh tetangganya berinisial AM alias Encas (47). Sama halnya dengan Asep, penganiaya KH Umar, Encas pun ternyata menderita gangguan jiwa.

    Syaikhu pun berharap, aparat keamanan bisa segera menuntaskan motif penganiayaan terhadap 2 ulama di Jabar, sehingga ada kejelasan. "Mudah-mudahan aparat keamanan mampu menuntaskan berbagai hal yang mengenai para ulama sehingga ada kejelasan," ucap wakil wali Kota Bekasi ini.

    Syaikhu menambahkan, masyarakat harus mengikuti dan membaca berita yang benar menginformasikan seluruh proses pengusutan masalah penganiayaan ulama. "Itu juga peran media harus memberitakan hal yang sesungguhnya dari apa yang terjadi di lapangan," ucap Syaikhu. (*)

    Oleh: abdul basir / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kemacetan Lalin di Bandung Cukup Komplek
    Media Sosial & Website Humas Kota Bandung Terbaik
    PWI Jabar akan Gelar Try Out Ujian CPNS
    Wagub Buka Pospeda 2018 tingkat Jabar
    Anggota The Jak Tewas, Viking Minta Maaf

    Editorial

      Info Kota

    • DAFTAR CALON TETAP

    • image006.png
    • image007.png
    • image010.png
    • image012.png
    • image098.png
    • image100.png
    • image102.png
    • image104.png
    • image162.png
    • image164.png
    • image166.png
    • image168.png
    • image239.png
    • image241.png
    • image245.png
    • image243.png