web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    2018, Jabar Targetkan DikunjungI 49 Juta Wisatawan
    net Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

    2018, Jabar Targetkan DikunjungI 49 Juta Wisatawan

    • Sabtu, 3 Februari 2018 | 08:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar menargetkan jumlah kunjungan wisatawan pada 2018 sebanyak 49,75 juta orang.

    Dari 49 juta wisatawan, 48 juta di antaranya ditargetkan merupakan wisatawan nusantara (wisnus) dan 1,75 juta wisatawan mancanegara (wisman).

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengungkapkan, dalam mendongkrak kunjungana wisata di Jabar, harus ada inovasi dan visi besar dalam pengembangan pariwisata. Meurutnya, pengembangan pariwisata ini harus bisa dipastikan kembali atau bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Jangan ragu untuk berinovasi untuk kepariwisataan, dan pariwisata itu added value-nya penuh untuk kita. Kita bahan dasarnya ada, karena bumi yang kita miliki indah segala macamnya,” ujar Aher dalam arahannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) I Kepariwistaan dan Kebudayaan Jabar di Hotel Jayakarta, Jalan Ir H Juanda Kota Bandung, Rabu (31/1/18).

    Dia mencontohkan, Kabupaten Pangandaran berhasil melakukan terobosan, sehingga bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Terobosan dan visi yang dilakukan Pangandaran terlihat pada landscape kotanya. Pemkab Pangandaran berani menghilangkan sekolah dan puskesmas kecil untuk membuat ruang terbuka hijau atau taman dilengkapi jalan besar. Kemudian mengganti sekolah dan puskesmas tersebut oleh bangunan sekolah dan puskesmas yang lebih besar di lokasi lain


    “Sejak awal Pangandaran punya kesadaran kalau unggulannya adalah kepariwisataan. Ketika Pangandaran menjadi Kabupaten Pangandaran, PAD-nya itu Rp22 miliar. Tahun 2017, PAD Pangandaran Rp144 Miliar. Lompatannya akibat pariwisata luar biasa,” tandas Aher.

    Selain itu, penyelenggaraan sebuah event budaya harus terkoordinasi dengan baik, sehingga bisa berlangsung dengan gebyar.

    “Sehingga dampaknya tidak saja pada kesuksesan penyelenggaraan, tapi juga berdampak pada transaksi perekonomian yang memadai yang bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” papar Aher.

    Aher juga menyoroti infrastruktur atau fasilitas budaya dalam mendukung sektor pariwisata. Seperti gedung-gedung pertunjukkan atau gedung kesenian representatif harus dimiliki sebuah daerah. Event-event seni dan budaya juga harus masuk dalam kalender event dan terinformasikan dengan baik melalui sebuah media.

    “Pada saat yang sama kita ingin ada destinasi wisata unggulan. Unggulannya nanti buat unggulan tingkat provinsi. Nanti masing-masing kabupaten/kota punya lima unggulan misalnya, dan satu unggulannya kelas provinsi. Nah, nanti dari tingkat provinsi tinggal menentukan mana unggulan untuk ke tingkat nasional,” papar Aher. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    LKS Tripartit Rekomendasikan Penataan TKA di Jabar
    Demiz Dorong Wisata Religi Jadi Wisata Halal
    Masyarakat Diminta Komitmen Rawat Geopark Ciletuh
    Hindari Gugatan MK, Demiz Ingin Menang Selisih 10%
    Banjir di Kota Bandung, Demiz: RDTR Harus Diawasi
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Pilih Pemimpin yang Amanah
      Pilih Pemimpin yang Amanah

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang akan dihelat pada 27 Juni 2018, kini sudah memasuki tahapan kampanye.

      Advertisement On Google