web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Ustaz Prawoto Tewas Dianiaya Orang Sakit Jiwa
    republika Almarhum Ustaz HR Prawoto saat disalatkan

    Ustaz Prawoto Tewas Dianiaya Orang Sakit Jiwa

    • Kamis, 1 Februari 2018 | 23:32:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Penganiayaan terhadap seorang ustaz kembali terjadi. Setelah Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka KH Umar Basri (70), kali ini penganiayaan menimpa ustaz HR Prawoto (40), anggota Brigade PP Persatuan Islam (Persis), Kamis (1/12/2018) pagi.

    Bahkan akibat penganiayaan yang terjadi di sekitar rumahnya, di Cigondewah, Blok Sawah, RT 01/03, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Prawoto meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RS Santosa, Kopo Kota Bandung.

    Entah hanya kebetulan atau ada unsur kesengajaan, pelaku penganiayaan ustaz yang juga guru honorer ini merupakan orang yang mengalami gangguan jiwa seperti tersangka penganiaya KH Umar, Sabtu (27/1/2018) lalu. Pelaku sendiri yang teridentifikasi berinisial AM alias Encas (47) ditangkap oleh warga beberapa saat setelah kejadian dan diserahkan ke jajaran Polrestabes Bandung.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandoro memaparkan, peristiwa penganiayaan tersebut berawal sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, AM yang merupakan tetangga dekat korban, menggedor-gedor dan merusak dinding rumah Ustaz Prawoto yang terbuat dari triplek, dengan menggunakan linggis.

    Melihat kelakuan Encas, ustaz sempat menegur pelaku. Namun setelah ditegur, Encas malah langsung mengejar ustaz. Prawotopun langsung berlari sambil berteriak minta tolong. Almarhum berlari dari rumahnya di Blok Sawah menuju Blok Kasur yang berjarak sekitar 200 meter. Saat dikejar itulah, korban terjatuh dan akhirnya dipukuli Encas dengan menggunakan linggis yang dipegangnya.

    Image result for ustaz prawoto pp persis tewas dianiaya orang gila

    Ustaz Prawoto mendapatkan perawatan intensif di RS Santosa, Kopo Kota Bandung.

    Akibatnya, Prawoto mengalami luka patah tangan kiri dan luka terbuka pada kepalanya akibat pukulan linggis sebanyak 5 kali. Setelah kejadian korban langsung dilarikan ke RS. Santosa oleh keluarga korban dan meninggal dunia di rumah sakit.

    "Pelaku memukuli korban beberapa kali yang mengakibatkan korban mengalami luka patah tangan kiri dan luka terbuka pada kepala. Pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan potongan pipa besi," ungkap Hendro di Mapolsek Bandung Kulon, Jalan Holis Kota Bandung, Kamis (1/2/2018).

    Hendro sendiri memastikan Encas mengalami gangguan jiwa. "Hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), terduga pelaku bernama AM alias Encas ini mengalami depresi. Sekarang yang bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua," ujar Hendro

    Hendro menerangkan, sehari-hari tersangka tinggal dekat dengan rumah korban. "(Pelaku) Tinggal dekat dengan korban. Saat kejadian warga sempat melerai dan sempat berteriak melihat Prawoto dianiaya. Warga tahu bahwa pelaku ini mengalami depresi dan tinggal di rumah sendiri," ujarnya.

    Image result for ustaz prawoto pp persis tewas dianiaya orang gila

    Tersangka AM alias Encas diamankan polisi

    Walaupun pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, polisi akan tetap mengusut tuntas kasus ini. Encas sendiri pernah berkeluarga namun kini sudah bercerai dengan istrinya. Dalam kesehariannya, AM mulai sering telihat bersikap aneh sejak 5 bulan lalu. Bahkan AM pernah membakar barang-barang di rumahnya, dan merobohkan rumahnya tersebut.

    "Proses penyidikan tetap akan kita lakukan, kita akan lengkapi proses pemeriksaan, pemberkasan dan keterangan juga dari ahli dokter jiwa. Nanti hasilnya akan kita putuskan bagaimana proses hukumnya," tandas Hendro.

    Hendro juga mengimbau kepada masyarakat untuk menyerahkan proses penyidikan sepenuhnya kepada Polrestabes Bandung. "Kami perlu sampaikan bahwa pelaku dari kasus ini sudah kami tangkap. Kami sudah jelaskan kepada pengurus Persis, dan mereka menyerahkan proses penyidikan sepenuhnya ke Polrestabes Bandung, dan kami akan melakukannya dengan profesional dan transparan,"pungkasnya.

    Almarhum Prawoto yang meninggalkan seorang istri dan 2 anak yang masih balita tersebut selanjutnya dimakamkan di Taman Kopo Indah, Burujul, Kabupaten Bandung pada malam harinya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Polisi Takkan Tutup Rute West Java Marathon
    Benny Bachtiar Ditunjuk Jadi Sekda Kota Bandung
    Kota Bandung Raih 2 Penghargaan dari Kemenpar
    Perwakilan Bank Dunia Kunjungi Kota Bandung
    Mang Oded Komitmen Sejahterakan Guru TKQ-TPQ
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Memilih
      Selamat Memilih

      PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 resmi dihelat Rabu, 27 Juni 2018 ini.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018