web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Penganiaya KH Umar Basri Menderita Gangguan Jiwa
    net KH Umar Basri dirawat di RS Al Islam

    Penganiaya KH Umar Basri Menderita Gangguan Jiwa

    JuaraNews, Bandung - Ketua Komite Dokter RS Bhayangkara Sartika Asih, dr Leony Widjaja memastikan, Asep (50) tersangka penganiaya pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka Kabupaten Bandung KH Umar Basri, mengalami gangguan jiwa alias gila.

    Hal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka pada Senin (29/1/201).

    Leony menerangkan, Asep pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat selama periode 26 Juni-24 juli 2017.

    "Riwayat pengobatan tidak teratur. Menurut pengakuan keluarga, pasien mengalami gangguan berat sejak 15 tahun lalu. Selain itu menderita darah tinggi dan terdapat luka memar dan luka lecet di tangan," kata Leony dalam keterangan persnya di RS Sartika Asih, Jalan Moh Toha Kota Bandung, Selasa (30/1/2018).

    Selama di RS Sartika Asih, Asep menjalani pemeriksaan 2 hari, yaitu pada 28-29 Januari 2018. Perilaku dan aktivitas selama wawancara, kata dokter spesialis kesehatan jiwa RS Sartika Asih ini, Asep berperilaku kurang sopan, tidak menjawab pertanyaan dengan baik, kata-katanya tidak nyambung, roman wajah tampak bermusuhan dan terkadang bicara sendiri.

    "Selama wawancara, pasien dapat menjawab tapi tidak nyambung. Ditemukan kesan ada halusinasi dalam pikirannya dan tidak dapat membedakan dunia khayal dan nyata," papar Leony.

    Untuk mendalami kejiwaan Asep, Leony memberlakukan rawat inap selama 14 hari sambil menunggu pemeriksaan laboratorium. "Hasil konsultasi dari dokter saraf, pasien saraf penuh saat ini belum jelas kelainan memori diagnosis, sementara pseudodemensia," ujarnya.

    Di tempat yang sama, psikiater RSJ Jabar, Lenny Irawaty membenarkan bahwa Asep merupakan pasiennya.

    "Pertama kali ketika saya mendapat kiriman foto tuan A, saya lihat foto yang dikirimkan dan di situ benar sama dengan pasien yang pernah saya rawat. Demikian pula identitas administrasinya," jelas Lenny.

    Menurut Lenny, Asep pernah dirawat selama 29 hari. Lalu pulang dengan perbaikan dan ada instruksi keluarga pasien harus rawat jalan. "Namun sampai sekarang saya tidak pernah tahu pasien pernah kontrol atau tidak," ucapnya.

    KH Umar Basri atau biasa disapa Ceng Emon Santion, dianiaya Asep saat berzikir seusai menunaikan salat Subuh di Masjid Al Hidayat, Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Sabtu (27/1/2018) sekitar pukul 05.10 WIB. Akibatnya, Ceng Emon mengalami luka parah di bagian wajah. Kyai kharismatik ini ditemukan tergeletak di dalam masjid oleh salah satu santrinya. Selanjutnya langsung dibawa ke Puskesmas Cicalengka, dan kemudian dirujuk ke RS Al Islam, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung. Hingga saat ini, KH Umar masih dirawat di RS Al Islam.

    Asep sendiri berhasil ditangkap beberapa jam setelah kabur dari masjid tersebut. Asep yang saat itu mengenakan kemeja levis dan sarung ikut berjamaah salat Subuh. Dia ditetapkan sebagai tersangkat penganiaya berdasarkan kecocokan identitas dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bupati Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray
    Kiky: BPNT Jangan Jadi Komoditas Bisnis
    Ojol dan Opang Berdamai Pasca-Bentrok di Cikoneng
    4 Orang Jadi Tersangka dalam Bentrok Opang-Ojol
    Polisi Kejar Pelaku Penganiayaan Ojol di Cikoneng

    Editorial

      Info Kota

    • DAFTAR CALON TETAP

    • image006.png
    • image007.png
    • image010.png
    • image012.png
    • image098.png
    • image100.png
    • image102.png
    • image104.png
    • image162.png
    • image164.png
    • image166.png
    • image168.png
    • image239.png
    • image241.png
    • image245.png
    • image243.png