Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Saat Zikir, Pangasuh Ponpes di Cicalengka Dianiaya
    net KH Umar Basri dirawat di RS Al-Islam Bandung

    Saat Zikir, Pangasuh Ponpes di Cicalengka Dianiaya

    • Minggu, 28 Januari 2018 | 08:03:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah KH Umar Basri menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal saat berdoa seusai salah Subuh di Masjid Al Hidayah di Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/2018) sekitar pukul 05.10 WIB.

    Korban yang biasa disapa alias Ceng Emon Santiong tersebut ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam mesjid oleh salah satu santrinya, sementara pelaku langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, wajah ulama berusia 60 tahun itu berdarah-darah. Ceng Emon langsung dilarikan ke RS Cicalengka, selanjutnya dipindahkan ke RS Al Islam Bandung.

    Pemukulan terhadap KH Umar Basri terjadi sesaat setelah menunaikan salat Subuh dan zikir. Selesai salat, para jamaah keluar. Di dalam Masjid Al Hidayah tinggal korban dan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

    Selanjutnya, lampu masjid dimatikan. Ketika sedang zikir, Umar Basri tiba-tiba diserang seorang pria yang juga ada di dalam Masjid Al Hidayah. Pukulan tangan kosong bertubi-tubi mengarah ke wajah sang kiai. Pelaku juga menendang kotak.

    “Pelaku menendang kotak kayu tempat azan. Sambil mengatakan ieu mah pinerakaeun, nu di dieu mah pinerakaeun kabeh (ini mah neraka, yang di sini neraka semua,” jelas saksi yang enggan disebutkan namanya di Masjid Al Hidayah.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, ciri-ciri pelaku saat kejadian memakai kemeja levis dan sarung. Pelaku juga sempat mengikuti salat Subuh di Masjid Al Hidayah. Kasus penganiayaan tersebut kini dalam penyidikan Polsek Cicalengka.

    KH Umar Basri dianiaya saat zikir di masjid

    pojoksatu.com

    Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto membenarkan, adanya kejadian penganiayaan yang menimpa KH Umar Basri. Hari menjelaskan, saat itu korban sedang melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama dengan para santri. Seusai salat Subuh, jemaah keluar dari masjid, sementara korban masih duduk melanjutkan doanya.

    "Kemudian pada saat korban sedang wirid tiba-tiba pelaku langsung memukul dan menganiaya korban," ujar Hari.

    Polisi yang mendapat laporan tersebut kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi. Berdasarkan pengumpulan bahan keterangan, kata Hari, pelaku seorang laki-laki diperkirakan berumur 50 tahun, bertubuh kurus. Saat penganiayaan, pelaku mengenakan kemeja levis biru, dan memakai sarung.

    Polres Bandung terus melakukan penyelidikan dan identifikasi terkait penganiayaan yang menimpa KH Umar Basri. Petugas telah memasang garis polisi di sekeliling Masjid Al Hidayah, tempat lokasi penganiayaan yang terjadi seusai salah Subuh tersebut.

    "Kami masih mengumpulkan saksi-saksi dan bukti-bukti lain, kasus ini masih dalam proses penyidikan," ujar Kapolsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan.

    Sementara itu, Iwan Ismail (35), santri sekaligus saksi pelapor, mengatakna, KH Umar Basri dikenal sebagai kyai yang tak banyak bicara di luar. Sesepuh Pondok Pesantren AL Hidayah tersebut jarang memberikan ceramah atau tausiyah di luar pondok pesantren. "Jadi Pak Kyai itu fokus mengurus pondok pesantren dan santri saja," ujar Iwan.

    Selain itu, KH Umar Basri bukanlah tipe orang yang banyak berbicara pada orang lain. Dia hanya mengisi pengajian bagi para santri atau mengajarkan mengaji. Kyai ini pun tak banyak mengumbar nasihat pada orang lain.

    "Kalau memang ada yang sakit hati dengan ucapannya, kenapa? Kyai itu tak punya musuh," ucap Iwan.

    Beberapa hari terakhir sebelum tragedi penganiayaan terjadi, KH Umar Basri pun hanya melakukan kegiatan rutinnya, seperti mengimami salat berjamaah dan mengajar mengaji. "Pak Kyai pun dalam keadaan sehat, tidak sedang sakit," ujar Iwan Ismail. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tersangka Pembunuhan Seorang Janda di Kabupaten Bandung Terancam 15 Tahun Penjara
    Bupati Bandung Prihatin Anak Buahnya Kena OTTB Saber Pungli
    Tim Saber Pungli Jabar Tangkap Tangan Kepala Sekolah dan Pejabat Disdik Kabupaten Bandung
    Bupati Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray
    Kiky: BPNT Jangan Jadi Komoditas Bisnis
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads