web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Buang Limbah ke Citarum, 3 Perusahaan Ditutup

    Buang Limbah ke Citarum, 3 Perusahaan Ditutup

    • Selasa, 23 Januari 2018 | 21:36:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Polda Jabar menutup sementara 3 perusahaan di Kabupaten Bandung yang membuang limbah cair ke saluran air yang bermuara ke Sungai Citarum.

    Ketiga perusahaan tersebut, yakni Xpress Laundry milik H Asep Iskak Mutaqin bin Abdulrahman, Ciharuman Laundry milik Hapisuddin, dan Elvito Washing milik H Darajat. Ketiganya perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembersihan pakaian jadi tersebut beroperasi di Kampung Ciharuman dan Kampung Parung Peusing Desa Jelegong Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung.

    "Kegiatan usaha perusahaan ini menghasilkan limbah cair dari sisa pencucian dan limbah pada B3 berupa sludge dari sisa hasil endapan yang ada di bak penampungan," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di ‎Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Senin (22/1/2018).

    Ketiga perusahaan ini beroperasi sekitar 5 tahun terakhir. Penyidik Direskrimum Polda Jabar sudah mendatangi ketiga perusahaan tersebut dan menghentikan operasional perusahaan berkaitan dengan penyidikan yang dilakukan.

    "Terlapor dalam kasus ini sebanyak 3 orang pemilik 3 perusahaan tersebut. Perusahaan ini juga tidak memiliki izin apapun dari pemerintah setempat," tandas Agung.

    Dalam setiap operasinya, jelang Agung, limbah cair ini tidak diolah dulu di instalasi pengolahan limbah (Ipal) cair, tapi dibuang langsung ke saluran air di belakang perusahaan yang bermuara di Sungai Citarum.

    Gambar terkait

    Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto memperlihatkan barang bukti

    Polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti sabun cair, bahan kimia OBA violet pengkilat warna, bahan kimia ABS anti stening, bahan kimia silikon, sodium sulfat dan softener. Juga bahan kimia sodium metabisulfit atau penetralisir, bahan kimia kaustik pencerah warna, bahan kimia PK atau peluntur warna, dan bahan kimia bio wash atau pembuang bulu, pewarna dan fly ash atau limbah batu bara.

    "Para terlapor belum kami tahan karena kami menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui apa dampak yang terjadi jika bahan kimia dibuang ke saluran ‎air itu yang seharusnya melalui Ipal dulu. Apalagi ini perusahaan tersebut tidak punya Ipal," paparnya.

    "Anda bisa bayangkan dalam sehari perusahaan itu membersihkan pakaian jadi sebanyak 200 sampai 500 pcs menggunakan bahan kimia tersebut dan airnya dibuang ke saluran air yang bermuara ke Sungai Citarum," tambah Kapolda. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Dibuka Kembali, Wisatawan Padati Kawah Putih
    Setahun Oded-Yana Kemacetan Masih Jadi Sorotan
    Lulusan Perguruan Tinggi Diminta Terus Berkarya
    Gubernur Puji Kepemimpinan Arwan di PT Bandung
    DPKP3 Mulai Tertibkan Aset di Tamansari

    Editorial


      Info Kota