web stats service from statcounter

Hot News


  • Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    • 19 Juli 2019 | 06:28:00 WIB

    PEMERINTAH provinsi Jawa Barat terus mendorong penambahan kwota haji asal Jawa Barat pada musim haji tahun 2020.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Aher: Jabar tidak Perlu Beras Impor
    net Ilustrasi

    Aher: Jabar tidak Perlu Beras Impor

    • Selasa, 23 Januari 2018 | 15:20:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan Provinsi Jabar tidak membutuhkan beras impor.

    Pasalnya, Jabar memiliki persediaan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan warga, paling tidak hingga 3 bulan mendatang.

    "Kata Bulog masih cukup 3 bulan ke depan. Berarti untuk konteks Jawa Barat tidak perlu impor. Bukan konteks Indonesia. Karena menurut Bulog persediaan tiga bulan ke depan cukup, maka untuk Jawa Barat tidak perlu dikirim beras impor. Dalam konteks nasional itu pemerintah pusat yang menghitung. Kalau di Jawa Barat masih cukup jadi jangan mampir ke Jawa Barat beras impornya," ungkap Aher seusai peluncuran Program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (22/1/2018).

    Kendati demikian, kilah Aher, jika memang pada saatnya beras produksi petani Jabar sudah tidak lagi bisa mencukupi kebutuhan masyarakat, beras impor bisa saja didatangkan untuk mengatasi kekurangan stok.

    "Tapi kalau sudah tidak cukup lagi, di lapangan jelas-jelas ada kekurangan, ya mau tidak mau beras impor penyelesaian gejolak pangan ini," tandas Aher.

    Pasa kesempatan sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Hendy Jatnika mengatakan, luas areal padi di Jabar tercatat seluas 926.917 hektare dan panen Januari mencakup areal seluas 90 ribu hektare. Hasil panennya diperkirakan 532 ribu ton gabah kering giling (GKG ) atau setara 333 ribu ton beras.

    Sedangkan pada Februari, jumlah areal panen padi meningkat menjadi 162 ribu hektare yang diperkirakan menghasilkan 938 ribu ton GKG atau setara 600 ribu ton beras . Lalu pada Maret, diperkirakan ada 279 ribu hektare lahan padi yang akan dipanen dengan perkiraan hasil 1,632 juta ton GKG atau setara 1,024 juta ton beras.

    Hendy menyebutkan, puncak panen akan terjadi pada Juli dengan perkiraan produksi hampir sama seperti Maret.

    "Produksi padinya diperkirakan masih akan mencapai kurang lebih 7,85 juta ton. Rata-rata Jawa Barat mengonsumsi kurang lebih 100 kg per kapita per tahun, di atas angka yang ditetapkan Badan Ketahanan Pangan hanya 89,7 kg. Konsumsi Jawa Barat bisa lebih 3 juta ton beras per tahunnya," ungkap Hendy.

    Menurut Hendy, kalaupun terjadi gejolak harga, mungkin hanya terjadi di tata niaga dan distribusi. "Sedangkan di tingkat produksi aman, apalagi bulan Februari-Maret menjelang panen raya. Sehingga terjadi peningkatan luas panen dibanding Januari sekarang," tandasnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pemprov Komitmen Akselerasi Investasi di Jabar
    Perusahaan Prancis Tertarik Berinvestasi di Jabar
    Investor Luar Negeri Lirik Potensi Ekonomi Jabar
    Pemprov Tawarkan LRT di Forum Investasi London
    Dukung BIJB, Cisumdawu Ditargetkan Selesai 2020

    Editorial