web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    PT Angkasa Pura II Resmi Kelola BIJB Kertajati
    net BIJB Kertajati

    PT Angkasa Pura II Resmi Kelola BIJB Kertajati

    • Selasa, 23 Januari 2018 | 14:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - PT Angkasa Pura (AP) II mendapatkan hak pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

    Bandara yang akan beroperasi pada pertengahan 2018 akan dikelola PT AP II, selaku operator, dengan durasi 17 tahun atau sampai 2035.

    Kerja sama operasi (KSO) antara PT BIJB yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jabar dan AP II dikukuhkan lewat penandatanganan KSO di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Senin (22/1/2018).

    Penandatanganan dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Direktur AP II Muhammad Awaludin, dan Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, dengan disaksikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, serta direksi dan para pemegang saham.

    Pemprov Jabar sendiri masih menjadi pemegang saham mayoritas BIJB dengan porsi sekitar 62 persen bersama PT Jasa Sarana dan sindikasi perbankan syariah. Sedangkan AP II bersama reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) berkisar di 38 persen. Angka itu saat ini masih dalam pembahasan dan belum final.

    "Akhirnya disepakati KSO ini dengan jangka waktu 17 tahun. Kerja sama Penyelenggaraan Bandara Kertajati dengan AP II ini terkait dengan penggunaan BUBU, PT AP II untuk pengoperasian dan pemeliharaan Bandara Kertajati," kata Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra seusai penandatanganan KSO.

    Selain kerja sama pengelolaan bandara dengan nilai investasi Rp2,6 triliun tersebut, kata Virda, ada beberapa poin lainnya yang disepakati. Di antaranya, akan ada transfer of knowledge atau transfer pengetahuan dari AP II kepada BIJB soal pengelolaan bandara. Proses tersebut dimaksudkan agar jika kerja sama berakhir, PT BIJB bisa bisa mandiri menjadi operator bandara.

    Setelah terjadinya KSO, AP II pun langsung melakukan ekuitas langsung (direct equity) dengan rencana melakukan perpanjangan landasan pacu atau runway menjadi 3.000 meter. Sampai saat ini landasan pacu yang dibangun Kementerian Perhubungan baru terealisasi sepanjang 2.500 dari ultimate 3.500 meter. Panjang minimal 3.000 meter tersebut dibutuhkan agar BIJB bisa menunjang pergerakan pesawat berbadan besar, seperti Boeing 777.

    Virda berharap, kerja sama ini juga tetap bisa memenuhi, sebagaimana komitmen awal PT BIJB yang berdiri sejak 2014 lalu soal sumber daya manusia (SDM) yang masuk dalam instrumen kesiapan beroperasinya bandara.

    "Dalam poin itu, personil Bandara Kertajati akan diprioritaskan dari lingkungan sekitar bandara sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dalam pengoperasian Bandara Kertajati," jelas Virda.

    Pada kesempatan sama, Direktur AP II Muhammad Awaludin mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan langkah cepat untuk operation readliness and airport Transport (ORAT). Persiapan itu berkaitan dengan penyediaan fasilitas, sumber daya manusia, infrastruktur, dan sistem kebandar udaraaan.

    "Kalau target Mei soft launching tentu sebelum Mei kita harus tuntas semuanya. Untuk runway kita juga sudah siapkan Rp350 miliar untuk perpanjangan (500 meter)," ," tandas Awaludin. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pengiriman Gratis Bantuan ke Lombok Membeludak
    Berikan Peluang Usaha,KNPI Gelar Pelatihan Barista
    HUT ke-73 RI, PT KAI Tawarkan Tarif Promo Rp73.000
    PD Pasar dan BSM Siap Bantu Permodalan Pedagang
    DFSK Gebrak GIIAS 2018 dengan SUV Terbaru
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.