web stats service from statcounter

Hot News

Editorial

  • Gong Xi Fa Chai
    Gong Xi Fa Chai

    JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

    Inspirasi

    • Fokus Seorang Pemimpin
      Fokus Seorang Pemimpin

      MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

      2 Juta Keluarga di Jabar Terima Bansos Rastra
      net ilustrasi

      2 Juta Keluarga di Jabar Terima Bansos Rastra

      • Selasa, 23 Januari 2018 | 06:26:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar mulai mendistrubiskan bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) tahap Pertama 2018.

      Pada tahap pertama 2018 ini, beras yang didistribusikan mencapai 21.982.000 kg yang akan disalurkan pada 2.198.273 keluarga penerima manfaat (KPM) di Jabar, atau setiap KPM akan menerima 10 kg beras.

      Pendistribusian Bansos Rastra tahun ini dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan melepas 4 truk pendistribusi program Bansos Rastra 2018 di area Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (22/1/2018). Penyaluran tahap pertama ini dilakukan ke seluruh kabupaten di Jabar yang berjumlah 18 kabupaten.

      Aher mengatakan, rastra ini merupakan hak masyarakat sehingga ada atau tidak ada gejolak harga beras, beras tersebut harus sampai ke tangan mayarakat.

      "Apalagi sekarang ada sedikit gejolak pangan, saya kira ini akan membantu menyelesaikan segera. Karena bagi masyarakat tidak mampu akan langsung mendapatkan beras rastra secara gratis," kata Aher.

      Ke depan, kata Aher, rastra akan dibagikan dalam bentuk uang, sehingga Bulog tidak akan mempunyai jumlah beban serapan. Mulai Juli nanti, Jabar akan membagikan rastra dalam bentuk uang.

      "Ketika dihadapkan pada regulasi tidak fleksibel akan sulit juga. Hampir dipastikan manakala harga di pasaran untuk harga gabah kering giling lebih tinggi dibanding dengan harga bulog (HPP), pasti mayarakat menjualnya keluar," paparnya.

      Dampaknya, kata Aher, bulog tidak punya persediaan beras, apalagi ketika ingin Rastra tidak ada persediaan beras.

      "Karena itu, dua solusinya. Pertama, adalah HPP itu fleksibel atau menyesuaikan dengan harga pasar, akan aman Bulog. Kedua, yang (kebijakan) diambil pemerintah saat ini rastranya dalam bentuk uang bukan beras senilai rastra yang dibagikan dalam bentuk beras. Itu yang akan dilakukan," pungkasnya. (*)

      den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Muncul Cabang Dinas, 792 Pejabat Dilantik
      Aher: Ditata, Tebing Keraton Tetap Lestari
      90 Persen Daerah Bogor Rawan Bencana
      Pangandaran Jadi Prototipe Pengembangan Wisata
      Pemprov Serius Kembangkan Jabar Selatan
      Berita Terdahulu

      PARLEMENTARIA

        Advertisement On Google