web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Citarum jadi Primadona Pembuangan Limbah.Pabrik
    net Warga bersama Polri/TNI bersihkan sampah Citarum

    Citarum jadi Primadona Pembuangan Limbah.Pabrik

    • Minggu, 21 Januari 2018 | 06:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Sungai Citarum adalah ikon dan predikat terpanjang di Jabar. Dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 6.614 km2 dan panjang bisa mencapai 269 km.

    Sungai Citarum sangat memengaruhi kehidupan sosio-ekonomi warga sekitar bantaran. Bagaimana tidak, sebagian perekonomian pesisir sungai tergantung pada Citarum, mulai dari ternak ikan, industri, pertanian, dan lainnya.

    Sangat disayangkan, wajah Citarum sudah tidak menunjukan 'sungai' melainkan saluran limbah terbesar di Jabar.

    Menurut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Irma Mayaningthias, Citarum menjadi tempat pembuangan limbah pabrik yang berbahaya dan primadona perusahaan untuk berinvestasi di sana.

    "Menurut data yang kami peroleh, total perusahaan peserta properda, setiap tahun mengalami peningkatan. Pembangunan industri pun sering kali tidak menghiraukan proses pengelolaan limbah dan seenaknya membuang ke Citarum. Akhirnya, dampak yang dirasakan sangat luar biasa," papar Irma dalam acara sosialisasi 'Upaya Mengatasi Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan si Sepanjang DAS Citarum' di Grha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok Kota Bandung, Sabtu (20/1/2018)

    Selain Irma, dalam acara tersebut hadir pula Rektor ITB Kadarsah Suryadi, Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, dan Pandam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo sebagai penyelengggara. Dalam menumbuhkan sikap lebih peka dan peduli terhadap keadaan lingkungan, Pangdam juga mengundang berbagai siswa, mahasiswa, dan para pendidik.

    Menurut Doni, beragam limbah, baik cair maupun padat, semua ditemukan di Citarum. "Dari limbah rumah sakit berupa, kantong darah pengidap HIV, potongan tubuh manusia, jarum suntik. Kemudian jarum itu diambil, dicuci, didaur ulang, jadilah mainan," ucapnya.

    Menurut Doni, data yang didapatnya merupakan data terbaru, valid, dan teridentifikasi karena di bawah langsung laboratorium Kementerian Lingkungan Hidup. Bahkan, Pangdam dan jajarannya sendiri yang turun ke Citarum.

    "Maaf Bu Sekretaris (DLH), data yang kami dapatkan sangat terbarukan dan valid, karena langsung di bawab kementerian. Tahun 2017, kita turun langsung membersihkan tinja manusia yang mencapai 35,5 ton/hari, belum ternaknya," katanya dengan tegas.

    Itulah yang membuatnya iba dan merasa sedih. Sehingga Pangdam menginstruksikan kepada seluruh jajaran di bawahnya untuk bahu-membahu menormalisasikan Citarum. Dia pun sudah bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Kapolda Jabar. Doni tegaskan, jika ada yang tidak setuju soal ini laporkan kepadanya. "Kalau tidak setuju soal Citarum ini, datangi dan laporkan pada saya," tuturnya.

    Pada kesempatan tersebut, Doni berpesan agar semua pihak dapat saling membantu untuk menyukseskan 'Citarum Harum'. Agar nanti bisa diwariskan kepada anak cucu dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    "Kepada seluruh yang hadir disini, kami berpesan agar seluruh pihak saling bekerja sama dalam menanggulangi masalah ini," ucapnya.

    Dia menegaskan, mahasiswa menjadi kunci kesuksesan dalam penanggulangan masalah ini. Selain unsur teknis dan nonteknis, mahasiswa diharapkan bisa memberikan pendidikan pada masyarakat sekitar Citarum. "Mahasiswa menjadi tonggak dalam keberhasilan ini. Berdayakan mahasiswa untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat," tegasnya. (*)

    Oleh: Sidik Permana / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    17-an ala The Amazing Race at Museum Gedung Sate
    Bapenda Bebaskan Biaya BBNKB dan Denda PKB
    KPK Panggil 6 Saksi Penyidikan Korupsi Abubakar
    Pemkot Bandung Jamin Layanan Publik Tetap Maksimal
    Jelang Ramadan, Pemkot Gelar Operasi Praja Wibawa
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Dirgahayu Republik Indonesia
      Dirgahayu Republik Indonesia

      PADA 17 Agustus 2018, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73 tahun. Memeringati terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018