web stats service from statcounter

Hot News

  • Jaga Peluang Juara
    Jaga Peluang Juara
    • 18 November 2018 | 12:42:00 WIB

    PERSIB akan kembali melakoni laga krusial dalam memburu trofi juara Liga 1 2018, dengan menghadapi PSIS Semarang pada laga Pekan 31, Minggu (18/11/2018) sore ini.

Inspirasi

    Tinggalkan Pendopo, Emil Serahkan Aset ke Pemkot
    istimewa/relawan ridwan kamil Emil saat meninggalkan Pendopo Kota Bandung

    Tinggalkan Pendopo, Emil Serahkan Aset ke Pemkot

    • Sabtu, 20 Januari 2018 | 22:23:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Bakal calon gubernur Jabar Ridwan Kamil menyerahkan aset, berupa rumah dinas beserta isinya dan kendaraan dinas kepada Pemkot Bandung, Sabtu (20/1/2018).

    Serah terima aset dilakukan dari Emil kepada Sekda Kota Bandung Yossi Irianto di Pendopo Kota Bandung, yang disaksikan sejumlah pejabat dan staf Pemkot Bandung.

    Dalam acara tersebut, Emil menandatangani surat serah terima barang milik Pemkot Bandung, selaku pemegang kekuasaan pengelola barang kepada Pengelola Barang kota Bandung.

    Penyerahkan aset itu sesuai dengan PP No 27/2014, tentang pengelolaan barang milik negara. Serta Permendagri No 19/2016 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Derah.

    "Ridwan Kamil menyerahkan barang inventarisnya meskipun beliau masih punya hak sampai batas akhir masa jabatannya. Beliau adalah contoh pemimpin yang bisa menjadi teladan," kata Yossi Irianto.

    Emil sendiri menjelaskan, aset negara tersebut diserahkan karena dirinya akan mencalonkan diri sebagai gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban mengembalikan rumah dinas beserta isinya kepada Pemkot Bandung.

    "Secara emosi cukup berat, tapi Alhamdulillah, bagi saya, dari awal hidup adalah sementara. Setiap ada awal pasti ada akhir, setiap ada perjumpaan pasti ada akhir. Saya bertemu di pintu Pendopo dan akan pulang melalui Pendopo," kata Emil didampingi istrinya, Atalia dan Ibundanya, Ny Maci.

    Menurut Emil, ini bisa menjadi contoh ketaatan pejabat negara yang akan meninggalkan jabatannya, yakni mengembalikan aset inventarisnya. Dia juga sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai ASN di ITB. Sebelum menjadi Wali Kota, Emil adalah dosen PNS di ITB. "Surat pengunduran sudah saya ajukan. Tinggal menunggu untuk disetujui oleh pihak yang berwenang," ujarnya.

    Selama dia tinggal Pendopo, Emil mengaku sudah melakukan renovasi yang maksimal terhadap bangunan heritage itu. Dia juga membuat taman di sekelilingnya menjadi asri. Taman-taman yang asri itulah yang membuat kupu-kupu hadir di Pendopo dalam 2 tahun terakhir ini.

    "Siapapun yang menggantikan saya, tidak usah banyak direnov karena, renovasi Pendopo inu sudah maksimal," jelas Emil.

    Dia juga menjelaskan bahwa kepindahannya hari ini dari Pendopo ke rumah kontrakan itu permanen. Karena, setelah ikut kontestasi Pilkada, dirinya aktif lagi sebagai Wali Kota pada 24 Juni 2018. Pada September sudah ada pemenang Pilkada, dan sisa jabatannya tinggal 2,5 bulan lagi.

    "Kasihan Ibu Cinta (sapaan untuk Atalia) kalau harus balik lagi ke Pendopo, beberes lagi, maka saya memutuskan pindah permanen per minggu ini," tandasnya.

    Pada kesempatan itu, Emil mewakili keluarga juga mengucapkan mohon maaf bila selama tinggal di Pendopo banyak kesalahan dan kekhilafan. Dia berharap agar Pendopo tetap menjadi rumah rakyat.

    "Semoga di Pendopo ini tetap ada pertunjukan wayang, pengajian, senam, dan terbuka buat turis. Hanya ruang-ruang pribadi yang tidak bisa digunakan. Dalam masa jabatan saya yang belum selesai, saya akan bulak-balik secara kedinasan, tapi tidak tidur di sini," ujarnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Emil Resmikan Block71 Bandung
    PR Summit Bandung Kampanyekan #ViralKabarBaik
    Pemkot Kaji Pemberlakukan Sistem Ganjil-Genap
    Kejahatan Marak, Pemkot Bakal Tambah Jumlah CCTV
    Pasar Gedebage Terbakar Lagi, 600 Kios Ludes
    Berita Terdahulu

    Info Kota

    Editorial

      DAFTAR CALON TETAP