web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Keren, Pemkab Purwakarta Alami Surplus Beras
    net

    Keren, Pemkab Purwakarta Alami Surplus Beras

    • Kamis, 18 Januari 2018 | 19:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Purwakarta - Pemkab Purwakarta mencatat surplus produksi beras pada 2017 sekitar 20.000 ton. Jumlah itu melebihi dari kebutuhan penduduknya.

    "Pada tahun lalu Purwakarta mengalami surplus beras," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan di Purwakarta, Kamis (18/1/2018).

    Dia menjelaskan sepanjang 2017 Purwakarta menanam padi di atas lahan pertanian seluas 42.550 hektare. Hasil produksinya rata-rata mencapai 6,3 ton gabah per hektare. Dengan demikian, selama 2017, wilayah Purwakarta memanen sebanyak 268.097 ton gabah.

    Dari hasil produksi 268.097 ton gabah itu, dengan angka konversi padi ke beras sebesar 0,6247, maka didapat 167.480 ton beras. Jumlah penduduk Purwakarta mencapai 935 ribu jiwa dengan konsumsi beras 109 kilogram per kapita per tahun. Dengan begitu, lanjutnya, kebutuhan beras selama setahun di Purwakarta diperoleh 147.150 ton beras.

    "Hasil produksi beras selama 2017 mencapai 167.480 ton, sehingga kalau dikurangi kebutuhan selama setahun 147.150 ton, maka ada kelebihan atau surplus beras sebanyak 20.330 ton," sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ambles, Jalan Cagak ke Wanayasa Ditutup Sementara
    Tanggul Jebol Padi Siap Panen Terendam Air
    Hujan Deras, Jalur Kereta Api Amblas 20 Meter
    Sedang Pesta Sabu, Ibu-Ibu Rumah Tangga Dibekuk
    KPAI Kawal Anak yang Disetrika Ibunya di Garut
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      JUMAT (16/2/2018) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      Advertisement On Google