web stats service from statcounter

Hot News

  • Gomez Bertekad Bawa Persib Raih Kemenangan
    Gomez Bertekad Bawa Persib Raih Kemenangan
    • 24 Oktober 2018 | 01:34:00 WIB

    MARIO Gomez bertekad mengantarkan Persib meraih kemenangan saat dijamu PSM di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (24/10/2018) sore.

Inspirasi

    Jokowi: Dana PKH Jangan Dipakai Beli Pulsa

    Jokowi: Dana PKH Jangan Dipakai Beli Pulsa

    JuaraNews, Banjar - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendampingi Presiden Rebuplik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Jawa Barat, Selasa (16/01/2017). Kunjungan pertama, Presiden Jokowi membagikan 1.771 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.000 Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Banjar.
    "Hari ini dibagikan Kartu Indonesia Pintar sebanyak 1.771, Kemudian ibu-ibu penerima PKH, kartunya ada 1.000," kata Jokowi, seperti dikutip siaran pers Humas Pemprov Jabar, Selasa (16/1/2018).
    Jokowi menjelaskan, pada Kartu Indonesia Pintar terdapat dana yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan sekolah SD sebesar Rp 450.000, SMP Rp 750.000, dan SMA, SMK, serta Kejar Paket dapat Rp 1 juta.
    Jokowi pun selanjutnya mengingatkan agar dana yang terdapat di dalam kartu digunakan untuk kebutuhan pendidikan, bukan yang lain. "Beli buku, sepatu, tas, untuk sekolah boleh. Pulsa? kalau ada yang ketahuan beli pulsa, kartunya dicabut, janjian ya? Jadi hanya dipakai untuk hal-hal berkaitan dengan sekolah dan pendidikan kita," katanya.
    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan dari 1.771 penerima KIP terbagi menjadi, 653 pelajar SD, 555 pelajar SMP, 119 pelajar SMA, 297 pelajar SMK dan 147 dari kejar paket A, B dan C. Sementara itu, bagi 1.000 ibu-ibu penerima PKH, terdapat total dana senilai Rp 1.890.000 per tahun, yang selaiknya digunakan untuk kebutuhan pendidikan maupun gizi anak-anak. "Anggaran PKH juga sudah mulai bisa dicairkan per 1 Februari 2018 sebesar Rp 500.000," katanya.
    Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, di bidang pendidikan di Jawa Barat, dari data BPS, rata-rata lama sekolah di kabupaten adalah 7,22 tahun, sedangkan di perkotaan yakni 9,92 tahun. "Angka partisipasi kasar sekolah menengah pada 2012 mencapai 67,56 persen dan 2016 di 72,62 persen," kata Aher. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Jabar Perjuangkan Eksistensi Santri
    Santri Harus Jaga Semangat Resolusi Jihad
    Emil: Selesaikan Bantargebang secara Musyawarah
    DPRD Pertanyakan Operasional TPPAS Legoknangka
    Jokowi Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google