web stats service from statcounter

Hot News


  • Citarum Harum, Gotong Royong Semua Warga Jabar
    Citarum Harum, Gotong Royong Semua Warga Jabar
    • 19 Februari 2019 | 21:37:00 WIB

    GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil optimistis program Citarum Harum Juara akan lebih cepat terselesaikan dari target 7 tahun yang ditetapkan pemerintah pusat

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Pergerakan Tanah Ancam Empat Desa di Kuningan
    net

    Pergerakan Tanah Ancam Empat Desa di Kuningan

    • Selasa, 16 Januari 2018 | 09:07:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Kuningan – Bencana pergerakan tanah terjadi di empat desa di Kabupaten Kuningan. Akibatnya sebanyak 44 Kepala Keluarga (KK) masing-masing di Desa Cilebak, Desa Bungurberes, Desa Legokherang, dan Desa Patala, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, merasa khawatir dan harus mengungsi.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, akibat kondisi tersebut, sebanyak 15 jiwa dari 3 KK harus mengungsi dan 129 jiwa dari 44 KK terdampak akibat peristiwa tersebut.

    “Gerakan tanah yang terjadi di sejumlah titik setelah wilayah tersebut terjasi setelah turun hujan deras selama 7 hari secara terus menerus,” terangnya.

    Menurutnya, hujan terus menerus turun telah menyebabkan tanah bergerak di 4 desa, dan mengancam warga sekitarnya. Apalagi intensitas curah hujan diperkirakan akan terus meningkat hingga Februari mendatang sehingga warga harus waspada.

    Akibat peristiwa tanah longsor di 4 desa teslrsebut, sebanyak 4 unit rumah rusak berat, 8 unit rumah rusak sedang, 31 unit rumah terancam, 1 unit SDN 1 Patala terancam, 3 kolam ikan tertimbun longsoran, 1 unit mesjid Attaqwa terancam, 1 unit tembok penahan tebing rumah warga longsor, sawah seluas 1400m² retak ratak, pipa pamsimas air bersih terputus.

    Selain merusak sejumlah bangunan, akibat gerakan tanah tersebut 5 titik akses jalan utama tertutup longsoran, masing-masing jalan penghubung Subang-Cilebak, jalan penghubung Cilebak-Ciwaru, jalan penghubung Cilebak-Legokherang, akses Jalan Cilebak-Legokherang / blok Batu Hideung Legokherang, 1 akses jalan terputus menuju Kantor Kecamatan Cilebak dan 4 titik kalan lingkungan tertimbun Longsor di Dusun Wage Desa Cilebak.

    “Kami sudah melakukan upaya penanganan bencana ini di antaranya pembersihan material longsoran yang menutup akses jalan utama Ciwaru – Cilebak dengan menggunakan alat berat,” kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Citarum Harum, Gotong Royong Semua Warga Jabar
    Cipayung Kota Bandung Gelar Aksi Solidaritas
    Jabar Bergerak Siap Berkontribus Bangun Jawa Barat
    Uu Arahkan Pelaku Industri Beralih Segitiga Rebana
    Emil Segera Umumkan Hasil Seleksi Pejabat Eselon 2

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.