web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Indramayu Pilot Project Kewirausahaan Petani
    net

    Indramayu Pilot Project Kewirausahaan Petani

    • Jumat, 12 Januari 2018 | 10:01:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Indramayu – Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan Kecamatan Sliyeg, di Indramayu, sebagai proyek percontohan Layanan Kewirausahaan Petani. Selain itu kecamatan ini pun didaulat menjadi daerah Digitalisasi Sistem Pertanian melalui sinergi sejumlah perusahaan BUMN.

    Rini mengatakan program Layanan Kewirausahaan Petani ini akan diterapkan di sebelas wilayah di Jawa Barat, antara lain Indramayu, Karawang, Majalengka, Ciamis, dan Cianjur.

    "Presiden memang meminta kami BUMN untuk mendorong kewirausahaan para petani. Total ada sebelas titik yang kami targetkan di Jawa Barat dan Pilot project pertamanya di Indramayu ini,” tuturnya.

    Dia menjelaskan program layanan kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi petani, seperti usaha skala kecil, daya tawar petani lemah, serta insentif perani yang tidak tepat, tidak berkelanjutan dan tidak cukup.

    Penerapan digitalisasi sistem pertanian yang telah diluncurkan sejak Maret 2017 ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani. Digitalisasi sistem pertanian oleh kelompok tani (poktan) diinisiasi oleh PT Telkom bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melalui empat siklus tahap yaitu Pratanam dengan penerapan asuransi usaha tani dan kredit usaha rakyat yang merupakan wujud sinergi PT Jasindo, PT Askrindo dan Himpunan Bank Negara (Himbara).

    Sementara itu, tahap Tanam dengan penyediaan benih, distribusi pupuk, dan pendampingan merupakan wujud sinergi PT Pupuk Indonesia, PT Pertani, PT SHS, dan PT PNM; tahap Panen dengan penyimpanan hasil panen dan resi gudang dari PT Pegadaian; serta tahap Pasca Panen dimana pada tahapan ini dilakukan penjualan dan distribusi hasil tani yang merupakan wujud sinergi Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Pangan.

    Bupati Indramayu, Anna Sopanah, mengatakan selama ini petani, khususnya di Kecamatan Sliyeg mengalami kesulitan yakni harga gabah yang dijual saat musim panen tidak terlalu menguntungkan.

    "Sistem digitalisasi pertanian yang dicanangkan sejak Maret 2017 ini menjadikan Indramayu sebagai kabupaten di Indonesia yang memiliki data pertanian matang,” imbuhnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Realisasi Tol Bandung-Tasikmalaya Tergantung Pusat
    Iriawan Dapat Dukungan dari Sesepuh & Ulama Jabar
    Pj Gubernur Jabar Minta KPU Jamin Hak Pemilih
    Kasus Kecelakaan Arus Mudik 2018 di Jabar Turun
    Iriawan Butuh Dukungan dan Kepercayaan Masyarakat
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google