web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Harga Mahal, Petani Tolak Pemerintah Impor Beras
    net

    Harga Mahal, Petani Tolak Pemerintah Impor Beras

    • Kamis, 11 Januari 2018 | 10:13:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Indramayu – Petani di Indramayu menolak rencana pemerintah untuk mengimpor beras. Mereka menilai, tidak perlu ada impor beras meskipun saat ini stok minim dan harga beras di pasaran melambung.

    Saat ini, harga beras di pasaran terus melonjak akibat minimnya stok gabah. Tapi kebanyakan lahan persawahan di Indramayu sudah memulai proses panen.

    Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu, Sutatang mengatakan, para petani Indramayu menyuarakan penolakan terhadap rencana impor tersebut. Meskipun dia mengakui, saat ini harga beras di pasar sudah terlampau tinggi.

    Alangkah lebih baiknya lagi jika pemerintah membiarkan sejenak para petani menikmati hasil panennya. Terlebih, di sejumlah wilayah Indramayu pada bulan Februari mendatang akan segera melaksanakan proses panen.

    “Saya yakin kalau sudah panen, harga gabah akan turun lagi,” terangnya.

    Lain hal jika pemerintah tetap kukuh melaksanakan impor. Hal tersebut kata dia, akan membuat para petani kebingungan. Pasalnya harga gabah produksi mereka nantinya akan terjun bebas. “Jika sudah begitu maka petani akan merugi,” pungkasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Realisasi Tol Bandung-Tasikmalaya Tergantung Pusat
    Iriawan Dapat Dukungan dari Sesepuh & Ulama Jabar
    Pj Gubernur Jabar Minta KPU Jamin Hak Pemilih
    Kasus Kecelakaan Arus Mudik 2018 di Jabar Turun
    Iriawan Butuh Dukungan dan Kepercayaan Masyarakat
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google