web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pekerjakan TKA Ilegal, Perusahaan akan Dipidanakan
    net

    Pekerjakan TKA Ilegal, Perusahaan akan Dipidanakan

    JuaraNews, Cianjur – Perusahaan di Cianjur yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) akan diberikan sanksi tegas. Bahkan sanksi yang diterpakan bisa berupa sanksi pidana.  

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur, Dwi Ambar mengatakan, pihaknya tidak akan berkompromi dengan perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal seperti beberapa waktu lalu diamankan beberapa orang TKA oleh Kantor Imigrasi Sukabumi.

    "Perusahaan yang memperkerjakan TKA illegal seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, sudah mendapatkan surat peringatan," tegasnya.

    Dia menjelaskan, jika tetap membandel, pihaknya akan memberikan sanksi tegas karena hal tersebut sudah diatur dalam Undang-undang nomor 13/2003 tentang Ketengakerjaan.

    "Pemberi kerja TKA tanpa IMTA atau ilegal dipidana selama 1 sampai 5 tahun dan denda Rp 100 juta hingga Rp 500 juta," ucapnya.

    Saat ini, pihaknya akan terus mengawasi keberadaan TKA di Cianjur, meskipun fungsi pengawasan seutuhnya ada di pengawas ketenagakerjaan di tingkat propinsi, namun daerah tetap akan turut mengawasi.

    Disnakertrans mencatat ada 162 TKA yang terdaftar di Cianjur, namun diduga masih banyak TKA ilegal yang bekerja di perusahaan besar di wilayah tersebut, terlebih setelah adanya temuan saat sidak beberapa waktu lalu. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    AHY Dinilai Mampu Jaring Suara Kaum Melenial
    Pembangunan SDM Jadi Prioritas Deddy-Dedi
    Polisi Tembak Seorang Terduga Teroris di Subang
    Pemprov Jabar Dorong Pembebasan Lahan Tol Bocimi
    Iriawan Minta Percepat Efektivitas BIJB Kertajati
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google