web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pedagang Ayam di Pasar Cianjur Ancam Mogok
    net

    Pedagang Ayam di Pasar Cianjur Ancam Mogok

    • Selasa, 9 Januari 2018 | 09:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cianjur - Pedagang ayam di pasar tradisional di Cianjur, mengancam mogok berjualan. Pasalnya harga daging ayam yang terus meroket di tingkat Bandar membuat angka penjualan terus menurun.

    Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam dan Sapi (APDDAS) Cianjur, Yayuk Sri Rahayu mengatakan, pedagang mengancam mogok berjualan karena harga yang dijanjikan turun setelah tanggal 2 Januari di tingkat bandar tidak terbukti.

    “Sampai sekarang harga terus melambung karena bandar mematok harga daging ayam Rp 31 ribu/kilogram, sebab harga ayam hidup Rp 22 ribu ditambah harga DOC Rp 5.500, sehingga pedagang terpaksa menjual dengan harga Rp 38 ribu/kilogram,” sebutnya.

    Harga tersebut melebihi harga daging ayam secara nasional yang berkisar antara Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu/kilogram ditingkat pedagang. Sementara stok ayam di Cianjur, sangat banyak tapi kenapa harga di tingkat bandar justru naik.

    Pihaknya tidak akan melarang pedagang untuk mogok berjualan karena meroketnya harga tersebut. Tidak hanya dikeluhkan pembeli, namun sangat dirasakan berat oleh pedagang karena minimnya penjualan setiap hari.

    "Sejak beberapa hari terakhir, banyak pedagang yang mengurangi stok pembelian karena sepinya pembeli. Bahkan tidak sedikit pula yang menutup kiosnya karena banyak sisa ayam yang tidak terjual,” terangnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemilih Dilarang Bawa Smartphone ke Bilik Suara
    Polda Metro Jaya Siap Amankan Pilkada di Jabar
    Ustaz Mantan Rocker Harry Moekti Meninggal Dunia
    SBY: Pemerintah, BIN, TNI, dan Polri Harus Netral
    SBY: Deddy-Dedi yang Terbaik & Mampu Pimpin Jabar
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google