web stats service from statcounter

Hot News

  • Rumah James Riady Digeledah KPK
    Rumah James Riady Digeledah KPK
    • 18 Oktober 2018 | 09:58:00 WIB

    BUNTUT penangkapan Bupati Bekasi oleh KPK, rumah CEO Lippo Group James Riady digeledah lembaga anti rasuah tersebut.

Inspirasi

    Berutang, Aset BUMD KBB Terancam Disita Pengadilan
    net

    Berutang, Aset BUMD KBB Terancam Disita Pengadilan

    • Minggu, 7 Januari 2018 | 22:48:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung Barat - Aset BUMD Pemkab Bandung Barat, PT Perdana Multiguna Sarana (PT. PMgS), terancam disita pengadilan. Pasalnya BUMD yang didirkan pada 2010 ini memiliki hutang kepada mitra perusahaan yang telah membangun dan membiayai fasilitas penyaluran air dari sumber mata air, PT Bravo Delta Persada, senilai Rp8 miliar. 

    Kuasa Hukum PT Bravo Delta Persada, Atmajaya Salim mengatakan, sampai batas waktu yang diberikan PT PMgS tidak berniat menyelesaikan hutang-hutangnya tersebut. Bahkan sejak surat teguran yang dilayangkan oleh PNBB Kabupaten Bandung kepada PT PMgS pada 18 Desember 2017, Nomor 25/Pdt.Eks.PUT/2017/PN.BLB.Jo.No.848/V/ARB-BANI/2016.Jo.No.129/Pdt.SUS-ARBT/2017/PN.BLB, manajemen BUMD itu tidak pernah menanggapi. 

    "Akumulasi tunggakan hutang PT PMgS yang belum dibayar dari 21 Oktober 2015 sampai 21 Desember 2017 telah mencapai lebih dari Rp8 miliar," sebutnya kepada wartawan. 

    Dia mengungkapkan, pangkal sengketa hukum ini berawal saat November 2012 PT PMgS menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan fasilitas penyaluran air dengan PT Bravo Delta Persada. Yakni untuk membangun Water Intake di Cijanggel, pipa transmisi sepanjang 7,2 km dari Cijanggel ke Muril dan reservoir dengan kapasitas 300 meter kubik. 

    Sebagai imbalan, PT Bravo berhak memperoleh pembayaran untuk setiap meter air yang disalurkan ke PT PMgS selama 20 tahun dengan tarip mulai dari Rp1.650/meter kubik. Akan tetapi sejak pembangunan selesai 5 Mei 2014 kewajiban PT PMgS untuk membayar ke mitra perusahaan selalu mundur dengan alasan dana tidak mencukupi.

    Yang disayangkan, kata dia, ketika PT PMgS tidak bisa melakukan pembayaran, mereka justru terus melakukan ekspansi usaha. Seperti awal 2016 yang melaunching air minum dalam kemasan (AMDK) merek “Cermat” dan membangun perumahan bagi anggota Korpri di lingkungan Pemda KBB. Terakhir juga membeli sejumlah mobil dan motor baru untuk direksi dan karyawan. 

    "Ini yang sangat kontradiktif. Mereka tidak sanggup membayar tagihan ke mitra perusahaan tapi di sisi lain justru membeli aset mobil, motor, dan membangun perumahan," sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tak sesuai Standar, Kemenhub Tutup Unit Uji KIR
    Pimpin KBB, Akur Siap Jawab Keraguan Masyarakat
    Apdesi KBB Minta Plt Bupati Tidak Lakukan Mutasi
    Terlalu Banyak, Dana Bantuan ke LSM Tak Merata
    Hotel di Lembang Sepi karena Pengaruh Macet
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Info Kota