web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    P2TP2A Pantau Terus Kasus Video Mesum 2 Bocah
    ilustrasi

    P2TP2A Pantau Terus Kasus Video Mesum 2 Bocah

    • Minggu, 7 Januari 2018 | 08:28:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar Netty Prasetiyani Heryawan angkat bicara terkait video porno 2 bocah laki-laki dengan wanita dewasa yang viral di media sosial.

    Netty mengaku terus melakukan monitoring dan masih menunggu perkembangan penyelidikan dari Polda Jabar. Penyidik sendiri sudah menemukan tempat atau hotel yang diduga menjadi tempat pembuatan video viral tersebut.

    "Sangat miris melihat adanya video viral yang diperankan anak kecil usai 8-10 tahun dengan perempuan dewasa tersebut. Karena itu P2TP2A Jabar tengah melakukan monitoring menunggu hasil perkembangan dari Polda Jabar," jelas Nety kepada wartawan, Sabtu (6/1/2018).

    Netty menegaskan, P2TP2A akan melakukan pendampingan kepada kedua anak kecil yang jadi korban dalam video viral tersebut. "Domain kami memulihkan anak yang ada dalam rekaman video, agar mereka tidak mengingat hal itu. Ini penting karena untuk memulai masa perkembangan anak ke depannya," jelasnya.

    Menyikapi peran lembaga, Nety berharap dengan kejadian ini, P2TP2A Kota Bandung berperan aktif. Dengan kejadian video anak yang melakukan adegan pornografi, Netty berharap peran pendampingan terhadap anak lebih aktif kembali.

    "Kalau untuk di rumah ya orang tua, peran pemerintah juga harus ada. Karena perkembangan jaman saat ini yang semakin canggih, perlu juga campur tangan pemerintah dalam mengajak generasi muda kita untuk lebih bermoral, beradan dan sopan santun," ungkapnya.

    Netty pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video porno yang melibatkan 2 anak yang masih di bawah umur tersebut.

    Polisi Kantongi Indentitas Pelaku
    Sebelumnya, beredar 3 video mesum yang dilakukan 2 bocah dengan seorang wanita dewasa. Adegan tersebut terindikasi dilakukan di wilayah Jawa Barat, terlebih terdengar percakapan menggunakan bahasa Sunda.


    "Kami masih menyelidiki, tapi yakinlah, kami akan kejar pelakunya dan pihak-pihak yang terkait. Pasti dapat. Kami belum mendapat orang yang mensyuting dan menjadi sutradara video vulgar tersebut, tapi secepatnya kami akan ungkap," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

    Polisi sendiri telah mengetahui hotel tempat diproduksinya video porno tersebut. Petugas hotel telah diperiksa dan ada foto copy KTP wanita yang diduga pemeran pada video porno tersebut. Polisi pun telah memeriksa petugas yang mengantarkan nasi goreng ke kamar yang diduga tempat berlangsungnya perbuatan tidak senonoh itu.

    Polisi memperkirakan video tersebut dibuat sekitar sebulan lalu di 2 hotel berbeda di Kota Bandung. Ketiga video itu terdiri dari satu video yang berdurasi sekitar 1 jam 11 menit, dan 2 video pendek berdurasi 2 dan 2,5 menit. Diduga video tersebut melibatkan sindikat tertuntu yang bekerja secara profesional. Video ini diduga dibuat tidak hanya di 2 hotel, tapi juga di beberapa hotel lainnya.

    Tim penyidik Polda Jabar telah menyita sejumlah barang bukti di 2 hotel di Bandung yang disebut identik dengan barang yang ada di video, seperti lukisan, bantal, sprei, meja, dan kursi.

    Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana memastikan 3 anak yang diduga menjadi korban adalah anak-anak jalanan yang berdomisili di Kota Bandung, dengan usia antara 7 hingga 13 tahun. Video ini diduga melibatkan seorang laki-laki pembuat video, 2 wanita dewasa pelaku video porno, 2 ibu korban, dan 3 anak laki-laki yang menjadi korban

    Umar mengindikasikan bahwa video itu diproduksi untuk dijual ke komunitas paedofil. "Indikasinya seperti itu. Cuma kita masih dalami, apakah dijualnya untuk komunitas dalam negeri atau luar negeri," katanya.

    Terungkapnya video ini menunjukkan ada pergeseran konsumen terkait kejahatan seksual anak. Biasanya, kata Umar, korbannya adalah anak perempuan dengan pelaku pedofil laki-laki dewasa atau anak laki-laki dengan pedofil laki-laki dewasa. Namun untuk kasus ini, korban adalah anak laki-laki dengan pelaku wanita dewasa.

    Saat ini, penyidik Polda Jabar sedang memburu pembuat video dan para tersangka lainnya. Polda Jabar juga membentuk 3 tim untuk menangkap para tersangka, sekaligus mencari para korban. Umar mengaku telah mengantongi identitas para tersangka.

    "Ada identifikasi yang sudah kita dapat, misalnya tato di tangan, di paha, kemudian karateristik wajah. Kita sudah sebar, mudah-mudahan dalam, satu dua hari ini, kita sudah dapat," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Lewat PTSL, 140 Ribu Bidang Tanah Tersertifikasi
    Kuota Taksi Online di Bandung sebanyak 2.919 Unit
    TPST Tegallega Berteknologi Canggih Diresmikan
    Pemkot Tata Ulang Reklame dengan Gaya Art Deco
    Kegiatan Pilkada Jangan Ganggu Pelayanan Publik
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Harapan Baru di Tahun Baru
      Harapan Baru di Tahun Baru

      HARI Senin bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2018, hampir seluruh umat manusia di dunia ini merayakan malam pergantian tahun atau dikenal dengan malam Tahun Baru.

      Info Kota

      Pilwalkot Bandung 2018