web stats service from statcounter

Hot News

Gedung Sate

    Inspirasi

      PDIP Pasangkan Anton dengan Emil di Pilgub Jabar?
      net

      PDIP Pasangkan Anton dengan Emil di Pilgub Jabar?

      JuaraNews, Jakarta -PDIP masih gamang dalam menentukan bakal calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

      Di internal partai berlambang banteng moncong putih ini, masih terdapat perbedaan sikap. PDIP yang memiliki 21 kursi DPRD Jabar tersebut mempunyai 3 skenario dalam mengusung pasangan calon. Ketiga opsi tersebut, yakni mendukung cagub Ridwan Kamil yang dipasangkan dengan kadernya, mengusung kader sendiri sebagai cagub-cawagub, atau koalisi dengan selain partai pengusung Emil

      Namun Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengaku cenderung memilih opsi mengusung Emil yang akan dipasangkan dengan mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan. Dia bahkan menyebut opsi ini sudah mengerucut dan tengah dimatangkan di internal DPP PDIP.

      "Jabar masih terus dimatangkan, mengerucut kepada Ridwan Kamil-Anton Charliyan," kata Hendrawan, Kamis (4/1/2018)

      Kendati demikia, opsi tersebut masih belum final lantaran ada petinggi PDIP yang menolak pencalonan Emil. Padahal, Emil yang pada Rabu (3/1/2018) lalu melakukan pertemuan dengan petinggi DPP PDIP, dinilai bisa memberikan kemenangan bagi PDIP untuk pertama kalinya di Pilgub Jabar.

      Hendrawan menyebut Emil pada saatnya akan bertemu dengan Ketum PDIP Megawati untuk memfinalisasi arah dukungan partainya. "Tunggu pernyataan resmi mas. Memang paslon sudah mengerucut," kilah Hendrawan.

      Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun menyampaikan beberapa opsi yang disiapkan PDIP. Salah satunya mengusung kombinasi figur internal-eksternal. Opsi lain yang juga masih terbuka adalah menjalin kerja sama dengan partai-partai lain untuk mengusung calon yang dianggap bisa membawa Jabar lebih baik.

      "Sebagai sebuah opsi politik, PDIP mempunyai 2 opsi. Opsi pertama menggunakan tanggung jawab kami yang dipercaya rakyat untuk mengusung kombinasi antara internal dan eksternal. Lalu opsi kedua, bekerja sama dengan partailain dengan mengusung mereka yang membuka persahabatan dan juga bersedia bergandengan tangan karena untuk membangun jabar," papar Hasto.

      Untuk kriteria, Hasto mengatakan figur yang akan diusung harus memiliki visi kepemimpinan, pengalaman, komitmen, daya juang, dan bersedia bekerjasama dengan PDIP.

      "Itu tidak hanya diperlukan kepemimpinan, pengalaman, komitmen, daya juang, karakter yang baik, tapi juga kesedian untuk bersama-bersama bekerjasama dan pdip tugasnya mengorganisir rakyat," pungkasnya.

      Anton sendiri mengaku belum mengetahui kabar bahwa dirinya akan dipasangkan dengan Emil. Anton mengaku baru sebatas mengetahui hal tersebut dari media massa. (*)

      Oleh: deni mulyana sasmita / den

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      TB Hasanudin Jadikan Kota Cimahi Lumbung Suara
      Demi Tertib Pemilih, Doddy Sambut Baik Ada Coklit
      Pilwalkot Bandung takkan Diikuti Calon Independen
       Bupati dan Publik Figur jadi Target Coklit KPU
      Satpol Tertibkan Baliho Balon Bupati/Wakil Bupati
      Berita Terdahulu

      Editorial

      • Harapan Baru di Tahun Baru
        Harapan Baru di Tahun Baru

        HARI Senin bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2018, hampir seluruh umat manusia di dunia ini merayakan malam pergantian tahun atau dikenal dengan malam Tahun Baru.

        Advertisement On Google

        Pilwalkot Bandung 2018