Pendidikan & Dunia Kerja Diharap tak Ada Mismatch
net Siswa SMK saat praktik produksi elektronika

Pendidikan & Dunia Kerja Diharap tak Ada Mismatch

  • Sabtu, 30 Desember 2017 | 05:52:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNedws, Jakarta - Pemerintah mendorong dunia industri agar membantu pendidikan maupun pelatihan vokasi di sekolah kejuruan dan Balai Latihan Kerja untuk mempercepat peningkatan kompetensi dari tenaga kerja Indonesia.

“Pada sejumlah SMK dan politeknik, industri harus selalu dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran, sehingga tidak ada lagi mismatch antara dunia pendidikan dengan dunia kerja,” ucap Menterian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Kantornya.

Menurut Puan, keterlibatan dunia usaha dalam membantu pemerintah akan membuat pendidikan dan pelatihan vokasi semakin masif dan fokus untuk meningkatkan kompetensi dan mengurangi angka pengangguran. "Saat ini, lembaga pendidikan vokasi di dalam negeri memang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dunia industri," kata Puan.

Karena itu, kita perlu mendorong keterlibatan dunia usaha untuk bisa terus berkontribusi dalam mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja. Puan mengaku bahwa Indonesia masih kekurangan tenaga kerja skill. Padahal sampai 2030 setidaknya Indonesiah harus produksi 3,8 jutaan per tahun.

"Ini tantangan yang tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah jadi harus melibatkan dunia usaha dan melibatkan masyarakat lainnya," terang Puan.

Keinginan puan dalam melibatkan dunia usaha ini berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu, untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tersebut, lima menteri kabinet kerja telah menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi.

Sebagai informasi, kelima menteri tersebut adalah Menteri Perindusterian, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara. (*)

den

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Kabar Baik, 9.362 ODP & 790 PDP Dinyatakan Negatif Covid-19
Tak Hanya pada Bupati/Wali Kota, Gubernur Jabar juga Beri Instruksi pada Pangdam & Kapolda
Labkesda Jabar Mampu Periksa 1.200 Sampel COVID-19 Per Hari
Hari Ini Penderita Infeksi Covid-19 Bertambah 337, Total Jadi 3.293 Kasus
Kemendagri Instruksikan Perekaman E-KTP Ditunda