web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Cagar Budaya Potensi Besar bagi Dunia Wisata
    net Gedung Sate yang merupakan salah satu cagar budaya

    Cagar Budaya Potensi Besar bagi Dunia Wisata

    • Sabtu, 30 Desember 2017 | 05:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkomitmen untuk memajukan kebudayaan nasional agar bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Khususnya terkait cagar budaya Indonesia yang memiliki potensi besar bagi dunia pariwisata.

    "Indonesia memiliki potensi yang luar biasa hebat. Keragaman masyarakat, budaya dan situs-situs bersejarah merupakan modal besar untuk mendatangkan jutaan wisatawan untuk berkunjung," ucap Asisten Deputi (Asdep) Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari di Kantornya.

    Banyak potensi cagar budaya yang ada di Indonesia, selama ini dirasa belum berdampak positif bagi masyarakat. Seharusnya, kata Pamuji, cagar budaya di masing-masing daerah bisa menjadi tempat edukasi, wisata hingga berdampak pada perekonomian masyarakat.

    "Cagar budaya memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan, dan kesejahteraan,” tegasnya.

    Pamuji mengambil contoh cagar budaya di Yogyakarta yang dirasa mempunyai andil cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama bagi masyarakat/komunitas di sekitar kawasan daerah tujuan wisata.

    “Di samping itu pariwisata dapat menjadi wahana bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, menjaga kelestarian lingkungan, menjaga nilai-nilai tradisi dan sosial budaya, serta dapat dijadikan wahana untuk mengatasi pengangguran dan penanggulangan kemiskinan," katanya.

    Pamuji menjelaskan, dalam mengembangkan cagar budaya memang banyak tantangannya. Contohnya, cagar budaya yang terkena langsung oleh hujan dan sinar matahari sangat rentan mengalami kerusakan dan pelapukan. Belum lagi kerusakan yang disebabkan oleh manusianya.

    Karena itu, dia menganggap bahwa untuk menjaminkan keberlanjutan cagar budaya, maka ia harus dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan serta pembinaan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi kemakmuran rakyat.

    "Kita memerlukan upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah," tambah Pamuji. Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah koordinasi dengan K/L terkait.

    Bagi Pamuji, pelestarian cagar budaya itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sipil dan semuanya mempunyai peran yang sama.

    “Untuk lebih mengoptimalkan upaya pelestarian cagar budaya, maka koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan harus terus ditingkatkan. Seiring dengan itu, maka seluruh program kegiatan pelestarian cagar budaya harus direncanakan secara sistematis, terpadu, terintegrasi, dan berkesinambungan, serta berbasis pada pemberdayaan masyarakat,” harap Pamuji. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Emil Optimis Penanganan Citarum Harum Lebih Cepat
    Cipayung Kota Bandung Gelar Aksi Solidaritas
    Jabar Bergerak Siap Berkontribus Bangun Jawa Barat
    Uu Arahkan Pelaku Industri Beralih Segitiga Rebana
    Emil Segera Umumkan Hasil Seleksi Pejabat Eselon 2

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.